Beranda > Artikel > Petani Bawang Merah Di Serang Wereng Berca Ungu

Petani Bawang Merah Di Serang Wereng Berca Ungu

Belasan hektare lahan bawang merah di bulak Dengukan, Desa Srigading, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terserang wereng berca ungu atau biasa disebut blorok. “Tanaman bawang yang terserang blorok ini cukup luas, kalau 10 hektare di bulak ini ada, baik itu serangan ringan hingga berat, karena wereng ini mudah menyebar terbawa angin,” kata petani bawang merah di Dengukan, Bantul, Purwoko, Jumat.

Menurut dia, di lahan garapan bawang merah miliknya yang seluas 1.400 meter atau 100 ruu termasuk daerah yang paling parah terkena serangan ini, hal itu diketahui karena daun bawang terlihat lembek tidak mau berdiri dan berwarna kuning kecoklatan. “Serangan jamur ini karena pengaruh cuaca dingin dan kelembaban udara yang berlebihan, sehingga daun mengembun dan berjamur yang mengakibatkan wereng hinggap dan mudah berkembang biak,” katanya.

Menurut dia, serangan wereng blorok ini terlihat sejak sebulan lalu, namun masih ringan dan bisa diatasi dengan ropal atau sejenis obat yang disemprotkan ke daun untuk mengusir wereng, namun tidak disangka serangan makin banyak dan meluas. “Kalau sudah seperti ini petani hanya pasrah, karena diobati pun tidak ada pengaruhnya, yang jelas mengurangi bobot panenan, dan yang paling parah biasanya yang panen belakangan,” katanya.

Petani bawang merah di petak sebelahnya, Maryono mengatakan, akibat serangan ini produktivitas bawang yang dipanen menjadi turun hingga 60 persen, atau jika dalam kondisi normal mencapai satu ton maka saat ini menjadi sekitar empat kuintal. Dengan hasil panen sebanyak itu, kata dia, dirinya memperkirakan akan memperoleh pendapatan maksimal sebesar Rp2 juta dengan asumsi harga bawang normal antara Rp5.000 sampai Rp5.500 per kilogram, hasil penjualan itu tidak bisa menutup biaya operasional tanam bawang merah. “Untuk biaya operasional tanam dari mulai membuat lubang, pembelian bibit, perawatan hingga pengobatan untuk seukuran lahan saya sekitar Rp3 juta,” katanya yang menggarap lahan seluas 50 ruu atau sekitar 700 meter persegi.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: