Beranda > Lintas Otomotif > Bisnis Motor Semester 1

Bisnis Motor Semester 1

Selamat datang di sapu jagat blog, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memastikan penjualan motor di 2009 mengalami penurunan. Kisaran angka penurunannya cukup besar dibanding periode sebelumnya.

Gunadi Sindhuwinata, presiden AISI memastikan kalau penjualan motor di tahun ini mengalami penurunan sekitar 20 persen. Faktor yang menyebabkan di antaranya adalah daya beli masyarakat yang turun, jelas Gunadi.

Data yang diperoleh salah satu tabloid otomotif mengenai penjualan motor sampai bulan Juni 2009 ini tercatat 2.566.270 unit, turun sekitar 16,91 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang berjumlah 3.088.675 unit.

Paling menarik, persaingan antara Honda dan Yamah makin sengit. Pada semester pertama ini Yamaha unggul tipis dari Honda 1,170 juta unit sedangkan Honda 1,166 juta unit.

Persaingan ketat Honda dan Yamaha terjadi di beberapa kategori. Yakni, pada tipe skubek dan tipe bebek. Yamaha menguasai pasar dengan mendistribusikan 514.245 unit, sedangkan Honda 343.249 unit. Honda tetap ditasbihkan sebagai rajanya bebek dengan mendistribusikan 723.101 unit, sedangkan Yamaha 555.846 unit.

Suzuki dan Kawasaki secara rata-rata per bulan mengalami kenaikan cukup baik. Yakni pada periode 2008 penjualan perbulannya pabrikan berlambang S rata-rata berjumlah 33.021 unit. Sedangkan Kawasaki pada tahun lalu rata-rata distribusi perbulan mencapai 3.264 unit, sekarang 4.732 unit.

Mudah-mudahan di semester dua nanti penjualan cukup baik. Semoga juga pemilu presiden tidak ada hal mengkhawatirkan yang bisa membuat pasar bergejolak, jelas Edi Darmawan, dari Marketing, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Namun, sebaiknya, ada pabrikan yang mengalami guncangan cukup hebat. Adalah Kymco dan Kanzen. Problem internal Kymco yang sampai sekarang masih belum selesai menyebabkan tahun ini pabrikan bermarkas di Taiwan ini berhenti produksi alias ditutup. Sedangkan Kanzen rata-rata per bulan penjualannya cuma 385 unit.

Dari data yang diperoleh itu, varian skubek mengalami kue pasar sebanyak 36 persen atau sekitar 920 ribu unit. Sedangkan Underbone makin menyusut dengan market share yang tinggal 55 persen atau 1,411 juta unit.

Para produsen motor yang ditanyakan menyatakan optimismenya penjualan pada semester 11 bakal lebih baik dibanding semester 1. Ini sebagai imbas penurunan BI Rate, yang akan diikuti penurunan angsuran dan uang muka pembelian sepeda motor melalui kredit.

Juga faktor politik dan keamanan yang sangat mempengaruhi penjualan. Kalau aman, tentu efeknya akan berimbas pada industri dan tenaga kerja sehingga daya beli masyarakat tetap baik. Kalau tidak, pabrikan cukup berat, kata Freddyanto Basuki, Manager Promosi PT Kawasaki Motor Indonesia.

Demikian informasi dari saya tentang bisnis motor semester 1 yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan bagi yang membacanya.

Kategori:Lintas Otomotif
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: