Beranda > Lintas Otomotif > Merancang Mesin Balap Skubek

Merancang Mesin Balap Skubek

Selamat datang di sapu jagat blog, Modifikasi kem punya maksud agar bukan klep lebih lama. Namun jika klep membuka lebih lama juga bikin tenaga mesin ngedrop. Jadi, tetap ada batasannya.

Batasan atau patokan durasi bukaan klep harus didapat dari riset. Namun jika harus riset sendiri tentu perlu kem banyak dan modal banyak juga.

Lebih mudah mari kita tanya kepada yang sudah punya pengalaman. Kan sesuai pepatah, pengalaman adalah guru yang paling berharga. Yang punya pengalaman tentu akhlinya kem.

Seperti Ahon alias Herman Lo dari Surya Motor di Depok dan Ibnu Sambodo bos Manual Tech from Jogja. Pertama, mari kasih kesempatan dulu kepada Ahon yang lebih tua.

Ahon membedakan batasan durasi kem berdasarkan kapasitas silinder.”Misalnya untuk mesin 110 cc dan 200 cc di pastikan beda,” jelas Ahon yang terkenal sebagai mekanik otodidak namun manjur.

Untuk mesih 110 cc, klep isap membuka 34-35 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas). Dan menutup 58-60 derajat sesudah TMB (Titik Mati Bawah). Sedang klep buang, membuka 57-59 sebelum TMB (Titik Mati Bawah) dan nutup 31-33 setelah TMA. Durasinya bisa dihitung sendiri kan?

Buat mesin 200 cc klep isap membuka 28 derajat sebelum TMA dan nutup 63-65 derajat setelah TMB. Klep buangnya yaitu membuka 64-65 derajat sebelum TMB dan nutup 28-29 derajat setelah TMA.

Nah, tinggal Ibnu yang mau bicara.”Berdasarkan pengalaman di motor balap MotoPrix. Klep isap membuka 25-38 derajat sebelum TMA dan menutup 50-70 derajat setelah TMB,” jelas begawan 4-tak beken dipanggil pak De ini.

Untuk klep buang, menurut sarjana teknik elektro dan mesin ini, tinggal dibalik saja. Membuka 50-70 derajat sebelum TMB dan menutup 25-38 derajat setelah TMA.

Batasan yang diberikan Ibnu memang rentangnya panjang. Namun dikasih panduan durasi.”Batasannya 260-280 derajat untuk di motor balap kawasaki tim Manual Tech sampai 290 derajat,” jelas pria beristrikan dokter ini.

Katanya makin kecil durasinya, bagus untuk trek pendek. Tenaga bawah lebih ngisi. Cocok untuk karakter skubek yang perlu tarikan awal yang lebih responsif.

Sebaliknya, jika tenaga mau lebih bagus di gasingan atas, silahkan pakai durasi tinggi. Misalnya 280 derajat.

Mengenai LSA (Lobe Sparation Angle) atau jarak antara puncak hubungan, dikasih bocoran. Katanya bagusnya berada di rentang 105 derajat atau boleh juga plus-minus 3 derajat. Jadi, rentangnya 103-108 derajat.

Untuk lift atau tinggi angkatan klep juga ada batasan. Kata Ibnu, juga harus perhatikan pegas kelep yang tersedia. Di pasaran paling bagus buatan Jepang yang dibawa mekanik Akutagawa.

Katanya bagusnya lift 9-9,5 mm. Bisa saja sampai 10 mm. Tapi kerugian geseknya lebih besar dan mengurangi tenaga mesin.

Demikian informasi dari saya tentang merancang mesin balap skubek yang dapat saya sampaikan, semoga berguna dan dapat menambah pengetahuan bagi yang membacanya.

Kategori:Lintas Otomotif
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: