Beranda > Lintas Otomotif > Motor Bahan Bakar Hidrogen

Motor Bahan Bakar Hidrogen

Selamat datang di sapu jagat blog, Jumat (15/7) lalu terjadi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta. Ilmuan zaman dulu memanfaatkan hidrogen untuk di jadikan bom. Namun kini hidrogen bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar motor atau mobil. Gimana bisa?

Seperti motor hidrogen lokal hasil riset ilmuan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). Mereka adalah Eniya Listiani Dewi dan Tjutjuk Ismujanto dari pusat teknoligi material. Serta Ganesha Tri Chandrasa dari Balai Besar Teknologi Energi.

Kalau hidrogen dijadikan bom, menggunakan reaksi fusi. Reaksi yang menggabungkan atom kecil menjadi ataom besar. Dalam hal ini peleburan 4 atom hidrogen menjadi 1 atom helium.

Hasilnya bom hidrogen luar biasa dahsyat karena mengandung megaton TNT. Efek yang dihasilkan juga sangat besar dan mematikan.

Nah, bagaimana hidrogen untuk dijadikan bahan bakar di motor? Jangan-jangan sekaligus bisa dijadikan bom. Berabe, bisa jadi tersangka teror bom.

Pada motor hidrogen tidak terjadi pembakaran seperti motor 2-tak ataupun 4-tak. Sehingga tidak ada ledakan atau suara. Juga tidak terjadi asap.

Pada motor hidrogen atau fuel cell yang dihasilkan energi listrik dan panas. Bukan Ledakan. Energi listrik dapat melalui proses elektrokimia gas hidrogen (H2) dan oksigen (o2), jelas Ganesha yang menjabat PV Test Supervisor.

Dari energi listrik yang dihasilkan reaksi hidrogen dan oksigen dimanfaatkan untuk memutar roda lewat bantuan dinamo atau motor listrik. Makanya tidak ada hasil pembakaran yang menyebabkan polusi.

Namun bagaimana merakit bom, eh membuat motor hidrogen ini? Alat dan cara kerjanya apa saja? Memang minggu lalu sudah di jelaskan secara singkatnya. Namun tidak dibahas asal terjadi energi listriknya.

Pertama, yang dipersiapkan tentu seperti motor biasa. Harus dilengkapi tangki untuk wadah bahan bakar. Namun tangki untuk hidrogen khusus. Harus lebih tahan tekanan.

Tabung atau tangki khusus hidrogen disebut NiMH H2 Tank. Atau disebut Nickel Metal Hybrid. Meski ukurannya kecil namun muat 740 liter hidrogen. Itu karena sifat hidrogen yang gas itu bisa dimampatkan.

Tangki ini dipesan khusus dari Amerika. Sesuai standar DOT (Department Of Transportation). Sehingga layak untuk kendaraan otomotif, jelas Ganesha yang asli wong Jawa Timur itu.

Tangki berkelir silver ini tahan tekanan sampai 150 psi. Namun dalam pengisian dari pabrik hidrogen harus menggunakan tabung lain yang muat 1.000 liter. Jika motor mau dipakai tinggal dipindahkan ke tabung NiMH.

Untuk membeli hidrogen bisa didapat di daerah pulogadung, Jakarta Timur. Harganya satu liter hidrogen yang bagus Rp 131,5 namun harus beli 7.000 liter, atau sekitar Rp 920 ribu.

Namun jika energi minyak bumi sudah habis, hidrogen dipastikan jadi energi alternatif yang menjanjikan. Karena hidrogen bisa dibuat dari air. Dipastikan juga banyak SPBU hidrogen di pinggir jalan.

Untuk mendapatkannya bisa menggunakan generator hidrogen. Namun perlu pompa khusus untuk memasukannya ke dalam tabung. Pompanya tidak boleh ada pelumas karena bisa terjadi ledakan.

Selanjutnya dari tangki NiMH, hidrogen dialirkanlewat slang. Dibantu safety control hydrogen supaya aman. Lalu dialirkan menuju PEMFC (Polymer Electrolyte Membrane) atau fuel cell. Alat ini seperti aki yang banyak sel atau lapisan. Fungsinya juga mirip aki, yaitu menghasilkan energi listrik.

Berbarengan dengan hidrogen masuk PEMFC, dipompakan juga oksigen. Diambil dari udara luar. Namun lantaran putaran pompa bisa 1.500 rpm, yang terisap hanya oksigen murni, jelas Ganesha yang bergelar M.Sc.M.Phil itu.

Akhirnya di PEMFC terjadi pertemuan hidrogen dengan oksigen. Terjadilah kebalikan proses elektrolisa. Di mana hidrogen direaksikan dengan oksigen dan menghasilkan listrik.

2H2 + o2————->2H2o (1)

Pada reaksi itu dibebaskan energi panas yang kemudian dapat dihasilkan energi listrik. Namun arus listrik yang dihasilkan sangat kecil.

Sehingga untuk meningkatkan kinerjanya, elektroda dibuat menjadi pelat dengan lapisan tipis. Makanya disebut sel. Dibuat dari material berporous yang menyebabkan elektrolit pada sisi satu dan sisi lainnya bisa tembus.

Pada anoda, asam dari elektrolit, hidrogennya akan terionisasi menghasilkan elektron dan ion hidrogen (proton). Reaksi ini akan membebaskan energi.

2h2———-> 4H+ + 4e- (2)

Sementara di katoda, oksigen beraksi dengan elektron yang diambil dari elektroda dan proton (ion hidrogen) membentuk air.

o2 + 4e- + 4H+——–> 2H2o (3)

Namun dari reaksi itu hanya menghasilkan tegangan yang sangat kecil. Satu lembar sel hanya bisa menghasilkan 1,2 volt. Makanya sel dibuat bertumpuk.

Alat penghasil tegangan listrik BPPT ini adalah 50 lapisan atau lembaran. Jadinya menghasilkan tegangan listrik 60 volt. Padahal yang diperlukan untuk memutar dinamo yang terpasang di roda motor hanya butuh 48 volt 500 watt. Energi sisa bisa dimanfaatkan untuk pengisian baterai cadangan.

Motor juga dilengkapi baterai. sehingga bisa switch atau ganti baterai jika hidrogrn habis di jalan. Juga bisa dilakukan pengisian baterai ketika parkir di rumah. Dicolok langsung ke listrik.

Sebagai penurun tegangan dari 48 volt jadi 12 volt menggunakan DC converter. Sehingga bisa untuk lampu dan klakson. Jadi, kapan nih diproduksi masal? Demikian informasi dari saya tentang motor bahan bakar hidrogen yang bisa saya sampaikan, semoga berguna dan dapat menambah pengetahuan bagi yang membacanya. Info ini saya ambil dari sini.

Kategori:Lintas Otomotif
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: