Beranda > Update > Energi di Balik Comeback Hebat

Energi di Balik Comeback Hebat

Standardisasi’s Blog selama ini sudah mati suri, karena pemiliknya terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga blog ini tidak terurus. Menurut Standardisasi’s Blog tidak ada yang lebih dinikmati penggila olahraga selain comeback sempurna seorang atlet. Comeback atlet saat ini menjadi sesuatu yang panas.

Contohnya Justine Henin yang kembali ke lapangan tenis setelah mundur saat tengah berada pada tampuk nomor satu dunia. Atau Kim Clijsters yang meraih gelar bergengsi Amerika Serikat (AS) Terbuka setelah sebelumnya menyatakan pensiun karena ingin menjadi ibu seutuhnya. Dari lintasan balap sepeda, Lance Armstrong membuktikan ketangguhannya, padahal sempat mengucapkan selamat tinggal pada karier profesionalnya.Namun yang paling merebut perhatian adalah kembalinya sang legenda Formula 1 (F1) Michael Schumacher.

Butuh keberanian untuk tampil kembali di arena pertandingan setelah vakum cukup lama. Kalah bersaing dengan atlet yang masih aktif dan lebih muda merupakan risiko terbesar yang harus dihadapi. Perlu waktu cukup lama supaya kemampuan terbaiknya kembali. Itu juga bila bisa beradaptasi. Meski begitu, bagi mereka yang tetap kukuh dengan pendiriannya dan rela menghadapi segala kendala, hasil memuaskan bukan tidak mungkin dapat diraih. Lihat saja Kim Clijsters. Awalnya, mantan petenis terbaik asal Belgia itu tidak yakin atas keputusannya untuk kembali turun gunung. Maklum, Clijsters tidak pernah bertanding lagi setelah gantung raket pada 6 Mei 2007 atau setelah 10 tahun berkarier di jalur profesional.

Dia memilih mundur lantaran performanya terus menurun akibat cedera berkepanjangan. Lantaran tak kuasa menahan hasratnya akan tenis,dia hadir lagi di lapangan pada 11 Agustus 2009. Pilihan itu ternyata tepat. Meski sempat terseok-seok saat awal karier keduanya, Clijsters membuktikan bahwa kemampuannya belum habis dengan menjuarai AS Terbuka 2009. Kesuksesan itu membuatnya menerima penghargaan Comeback Player of the Year 2009versi WTA Tour. “Saya tidak menyangka bisa meraih gelar ini (AS Terbuka 2009).Semula saya mengira butuh waktu cukup lama sampai kemampuan terbaik kembali,” begitu kata Clijsters sesuai mengalahkan Caroline Wozniacki 7–5, 6–3 di final AS Terbuka. Situasi serupa dialami Justine Henin.

Terpanggil untuk mengangkat pamor tenis putri dunia yang cenderung monoton, dia hadir lagi pada awal musim 2010 setelah pensiun hampir tiga tahun.Akselerasinya cukup menakjubkan. Pada laga perdananya di Brisbane International, dia langsung menembus final. Tidak hanya itu, Henin termasuk favorit juara di Australia Terbuka 2010. Sosok asal Belgia itu berhasil melaju ke babak ketiga setelah menjungkalkan Alisa Kleybanova 6-3,6-4,6-2. Di cabang lain, Michael Schumacher menjadi pusat pembicaraan. Kolektor tujuh gelar dunia F1 itu bakal tancap gas lagi di lintasan bersama Mercedes GP setelah hilang dari peredaran di pengujung musim 2006.

Eks pembalap Ferrari itu memang belum beraksi lantaran kompetisi musim 2010 baru bergulir 14 Maret nanti di Sirkuit Internasional Bahrain. “Saya membutuhkan waktu untuk mengenal para mekanik dan struktur organisasi. Saya terkejut melihat motivasi mereka. Saya senang dengan keputusan (comeback) ini.Apalagi,saya bergabung dengan tim juara. Saya jadi makin lapar akan gelar,” jelas Schumi–– panggilaan akrab Schumacher. Perjuangan untuk mengembalikan pamor turut dilakukan Lance Armstrong. Penguasa Tour de France (TdF) itu bahkan dua kali melakukan comeback dan berhasil meraih kesuksesan.

Pertama, atlet asal Negeri Paman Sam itu mundur dari peredaran pada Oktober 1996 lantaran mengidap kanker testis. Penyakit itu didiagnosis telah menyebar ke paru-paru,perut,dan otak.Armstrong harus menjalani operasi dan kemoterapi untuk memulihkan diri. Hal menyeramkan,saat itu tim medis mengatakan peluang hidupnya hanya 40%. Namun, dia sanggup bertahan. Lalu pada Januari 1998 dia kembali berlatih dan mengikuti turnamen resmi pada April. Setelah itu dia meraih gelar juara Tour de France tujuh kali berturut-turut.

Tidak mudah bagi Armstrong untuk memperbaiki citranya. Semua keberhasilan diukir tak lepas dari sikap pantang menyerah mantan suami Sheryl Crow itu. Perjuangannya mendapat pengakuan dunia dan diganjar penghargaan Laureus World Sports Award for Comeback of the Year 2000. Merasa jenuh,Armstrong pensiun lagi Juli 2005.Namun, itu tidak berlangsung lama. Dia beredar lagi pada musim 2009 bersama tim Astana.“Setelah berdiskusi dengan keluarga,anak-anak,serta teman dekat, saya memutuskan untuk kembali ke jalur profesional sekaligus meningkatkan wawasan masyarakat akan kanker,” ujar Arstrong di laman resminya livestrong. org.

Selama menjalani karier ketiganya itu, Armstrong membukukan sejumlah prestasi, di antaranya juara Nevada Classic, merajai Colorado Pro Cross-Country Championships,lalu finis pertama di Leadville Trail 100 Mountain Bike Race.Selanjutnya jadi runner upTour of the Gila dan menempati posisi ketiga Tour de France. Sosok Michael Jordan tidak boleh dilupakan. Maestro NBA tersebut masuk kategori atlet comeback dengan perjalanan mengesankan. Jordan gantung sepatu seusai memberi cincin NBA ketiga bagi Chicago Bulls. Dia pensiun pada Oktober 1993 akibat skandal judi ilegal yang dilakukannya.

Pembunuhan terhadap ayahnya, James R Jordan Sr pada 23 Juli 1993 oleh dua remaja bernama Daniel Green dan Larry Martin Demery di jalan raya di sekitar Lumberton, North Carolina,AS, turut memicu keputusannya. Selama lepas dari NBA, Jordan menggeluti bisbol bersama Chicago White Sox, begitu juga golf. Namun, Jordan tidak bisa melupakan NBA. Dia memanasi lagi persaingan musim 1993/1994 dengan tim lamanya, Bulls. Sayangnya, dia dan rekan-rekannya hanya melangkah sampai putaran kedua playoff lantaran kalah dari New York Knicks.

Ternyata, itu tidak menyurutkan semangatnya. Jordan membuktikan predikatnya sebagai salah satu pebasket terhebat dengan menjuarai NBA tiga kali berturut-turut,yakni mulai musim 1995/1996, serta meraih sejumlah penghargaan. Sayangnya, cerita serupa tidak terjadi waktu mengakhiri pensiun keduanya. Ya, Januari 1999, Jordan mundur lagi. Pemicunya adalah habisnya kontrak pelatih Phil Jackson serta perginya Scottie Pippen dan Dennis Rodman. Dua tahun berselang, shooting guard kelahiran Brooklyn,New York itu bergabung dengan Washington Wizards pada September 2001. Tapi, sampai akhir kariernya pada 2003, dia tidak pernah juara lagi.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. Februari 14, 2010 pukul 1:46 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: