Beranda > Update > Sri Mulyani Bertanya Kesalahannya

Sri Mulyani Bertanya Kesalahannya

Mantan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara soal rapat paripurna DPR mengenai kesimpulan akhir penyelidikan kasus Bank Century. Dia mempertanyakan sikap sebagian besar fraksi di DPR yang menuding dirinya bersalah dalam kasus Bank Century. “Memangnya saya salah? Kalau memang saya dinyatakan bersalah, tunjukkan salah saya di mana?” tantang Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin. Dia membantah landasan hukum KSSK dalam menyelamatkan Bank Century tidak sah.

Menurutnya, kebijakan penyelamatan Bank Century telah memperhatikan berbagai peraturan perundangan yang berlaku, seperti Undang-Undang (UU) Perbankan, UU Bank Indonesia, UU Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Perppu Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK).

“Kalau kemudian ternyata ada sebagian dari Pansus yang menganggap landasan-landasan itu tidak memadai,ya kita bawa saja ke forum yang bisa menetapkan landasan hukum,mana yang dianggap sesuai atau dianggap legitimate, biar bisa menilai,”katanya.

Menkeu melihat sebagian besar landasan hukum yang telah disebutkan seharusnya dapat lebih disempurna kan untuk mencegah terjadinya perbedaan pandangan di masa mendatang.Dia mengajak DPR untuk menyempurnakan UU dan peraturan yang sudah ada.”Kalau memang ada yang tidak lengkap dan menyebabkan sulitnya sebuah kebijakan dibuat, ya kita perbaiki saja. Mari kita perbaiki sama-sama,”ujarnya.

Alumnus University of Illinois Urbana-Champaign,Amerika Serikat (AS), ini mengatakan, apabila Pansus menyatakan terjadi kesalahan prosedur hukum, seharusnya hasil tersebut segera direkomendasikan ke aparat hukum. Dengan demikian, nantinya dapat secara jelas terlihat siapa yang bersalah.

”Silakan saja karena memang seharusnya dari dulu begitu.Kalau kesimpulannya begitu, saya sebagai pembuat keputusan dari dulu telah mengadukan pada polisi, hal-hal yang tidak baik dalam governance atau tata kelola Century,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Presiden Boediono sama sekali tidak berkomentar kepada puluhan wartawan yang hendak meminta pernyataannya mengenai hasil rapat paripurna DPR. Boediono hanya melambaikan tangan sambil tersenyum kepada wartawan yang menunggunya di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Stabilitas Politik

Di tempat terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengingatkan pentingnya stabilitas politik demi mendorong pertumbuhan ekonomi, menurut informasi yang Type Approval Indonesia dapatkan. Pernyataan ini disampaikan Presiden dalam sambutan perayaan Cap Go Meh bersama di Hall D Arena Pekan Raya Jakarta, tadi malam. ”Agar ekonomi dapat dibangun dengan baik, keadaan dalam negeri harus aman damai, politik harus stabil, kohesi sosial dalam keadaan baik. Insya Allah ekonomi dapat tumbuh,”tuturnya.

Pernyataan tentang pentingnya stabilitas politik tampaknya sebagai respons dinamika politik terkait rapat paripurna DPR tentang kasus Bank Century. Hanya, hingga tadi malam secara resmi Presiden belum mengomentari perkembangan rapat paripurna itu. Rencananya,tokoh asal Pacitan ini akan menyampaikan pidato resmi sebagai respons atas hasil Pansus DPR. Presiden memilih untuk tidak menanggapi langsung pandangan akhir fraksi dalam Pansus, melainkan melalui pidato resmi yang akan disampaikan dalam waktu dekat.

Presiden menandaskan dirinya tidak ingin reaktif dalam menanggapi isu yang berkembang setiap hari tentang kemelut kasus Bank Century. SBY tidak mau terseret oleh gonjang-ganjing politik yang dapat timbul setelahnya. Juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan pidato Kepala Negara masih menunggu selesainya paripurna DPR.

’’Tidak hari ini dipastikan, nanti dicari momen yang tepat ya, masih belum bisa diputuskan.Rencana secepatnya tapi tidak malam ini,”kata Julian, kemarin. Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan hari ini sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelum menyampaikan pidato, Presiden terlebih dahulu akan menggelar rapat terbatas bidang politik, hukum dan keamanan bersama jajaran terkait di kantor Kepresidenan Jakarta.

Kegiatan Presiden hari ini akan diawali dengan menerima kunjungan kehormatan mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan di Istana Negara, yang dilanjutkan dengan Presidential Lecture. Kemarin, saat berlangsungnya Rapat Paripurna DPR, Presiden selama setengah hari melakukan kegiatan di kediaman pribadinya, Puri Cikeas Bogor. Menurut sumber yang dihimpun SI, Presiden sedang mempersiapkan pidato kenegaraan yang akan dibacakan hari ini. Presiden baru datang ke Istana Negara sekitar pukul 14.40 WIB.

Tidak lama berselang, Presiden memanggil para menterinya dan melakukan rapat terbatas. Dari pantauan di lapangan, beberapa menteri yang hadir dalam rapat tersebut antara lain adalah Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. Para menteri datang memasuki Istana melalui pintu Wisma Negara.

Usai menggelar rapat terbatas, Presiden langsung menghadiri perayaan Cap Go Meh Bersama di Arena Pekan Raya Jakarta. Staf Khusus Presiden bidang komunikasi, Heru Lelono, saat dikonfirmasi mengungkap kan, pertemuan itu juga dihadiri para menteri koalisi. Meski demikian Heru tidak mengetahui secara pasti siapa-siapa saja menteri yang hadir. Dia mengaku hanya mengetahui Menakertrans Muhaimin Iskandar (PKB) dan Menteri Agama Suryadharma Ali (PPP).

Heru tidak menampik pertemuan menyinggung masalah rapat paripurna DPR terkait kasus Bank Century.“Bisa saja membicarakan sampai ke sana (kasus Bank Century),itu masalah ekonomi,jadi harus dibicarakan. Saya kira tidak ada masalah. Itu hal biasa,”ujarnya. Menurutnya, selama ini Presiden selalu mengikuti proses sidang di DPR mulai dari Angket Century digulirkan.

Proses ini merupakan proses politik DPR, sehingga Presiden dalam hal ini akan menunggu hasil keputusan DPR. “Secara ketatanegaraan pemerintah tidak bisa ikut-ikut toh, karena sudah dibahas di dalam DPR. Jadi posisi Presiden adalah menunggu keputusan DPR. Selama menunggu keputusan itu, Presiden tetap bekerja,tapi beliau tetap mengikuti apa yang terjadi di DPR,”tandasnya.

Iklan
Kategori:Update
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: