Beranda > Bebas > Turki Ajak Indonesia Bahas FTA

Turki Ajak Indonesia Bahas FTA

Pemerintah Turki mengajak Indonesia membahas peluang memperkuat hubungan dagang dengan membuat kesepakatan perdagangan bebas (free trade agreement/FTA). Saya harap kita bisa ke tahap itu. Kami baru mengajukan usul itu dan kita akan membahas segala kemungkinannya,” kata Duta Besar Turki Aydin Evergen di sela Forum Bisnis Indonesia-Turki di Jakarta kemarin. Menurut dia, usul yang diajukan tahun lalu itu akan dibahas dalam kelompok kerja bersama dua negara yang berlangsung pertengahan Maret ini.

”Kita akan diskusikan semua kemungkinan untuk meningkatkan hubungan ekonomi baik itu dengan kesepakatan perdagangan preferensi (preferential trade agreement/PTA), atau bentuk lainnya,”ujar dia. Aydin menjelaskan, selama 2009, ekspor Turki ke Indonesia hanya mencapai nilai USD250 juta, sedangkan impornya dari Indonesia sebesar USD1,15 miliar.

Menurut dia, sepanjang 2009 kinerja ekspor Turki memang tidak terlalu bagus. Namun,mulai November sampai Januari tahun lalu, menurut dia, sudah tampak perbaikan kinerja ekspor. ”Jadi saya harap selama 2010 ekspor kami akan bertambah lagi,”tuturnya. Ekspor Turki ke Indonesia terutama adalah terigu yang mencakup hampir separuh dari total ekspornya ke Indonesia.

Selain itu, produk lainnya adalah tekstil, produk pertambangan, mesin dan alat elektrik, barang pecah belah (glass ware). Sedangkan impornya dari Indonesia antara lain serat dan produk tekstil lainnya, minyak sawit, karet dan turunannya, alas kaki, mesin dan alat elektrik,serta furnitur. ”Produk pertanian terlihat sangat berpotensi untuk kami tingkatkan ekspornya, selain itu juga produk makanan.

Perbedaan iklim menyebabkan kita memproduksi barang yang berbeda sehingga bisa saling melengkapi, menurut Type Approval Indonesia. Menurut dia, Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang dibutuhkan oleh Turki. Sementara itu, Indonesia bisa memanfaatkan Turki sebagai pintu masuk ekspor ke Eropa.

Pada kesempatan yang sama, sebanyak 50 pengusaha Turki dan 400 pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Tuskon (konfederasi pebisnis dan industrialis Turki) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Sementara itu, ekonom Purbaya Yudhi Sadewa menilai adanya FTA dengan Turki akan memberikan keuntungan bagi Indonesia. Saat ini, kata dia, banyak produk Indonesia yang dikenakan beban yang tinggi dan dituduh melakukan dumping.

”Dengan adanya perjanjian ini, maka mereka akan hilangkan beban tinggi dan juga menghapus tuduhan dumpingitu,” kata dia. Kendati demikian,Purbaya menyarakan agar Indonesia bisa memilah produk mana saja yang akan diekspor ke Turki agar tidak lagi terancam seperti kasus dumping.”Kita harus memilih mana barang yang tidak akan mengancam. Kita juga harus mempersiapkan industri dalam negeri.

Kita harus bisa menginvestigasi barang mana saja dan keuntungannya juga,”ujarnya. Terkait dengan nilai ekspor yang menurun selama 2009, Purbaya menuturkan,hal tersebut merupakan persoalan yang wajar.”Ya itu wajar karena pertumbuhan ekonomi kita juga melambat.Dan otomatis, barang-barang yang diekspor juga terkena dampak negatif,” tutur dia.

Purbaya mengharapkan, sebaiknya Indonesia tidak hanya mengutamakan ekspor berupa produk SDA saja, melainkan juga produk industri manufaktur, seperti alas kaki, dan tekstil. ”Dengan tidak adanya FTA, SDA kita kan sudah laku di sana. Jangan menitikberatkan pada FTA saja. Harus melihat produk manufakturing. Jadi kita harus cerdas dalam tentukan strategi perdagangan,” papar Purbaya.

Purbaya menambahkan, dengan adanya FTA tersebut, tidak lantas otomatis mampu memudahkan Indonesia menembus ke pasar Eropa. ”Enggak langsung mudah masuk ke pasar Eropa. Kan harus memperhitungkan tarif impor yang benar.Tidak semudah yang dibayangkan,”ujar dia.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Kerja Sama Timur Tengah, OKI, dan Eropa Fachri Thaib menyatakan, saat ini masih terdapat masalah antara hubungan Turki dan Indonesia yakni soal dumping. ”Sekarang memang sedang ada hambatan. Barang-barang kita banyak kena tuduhan dumping, seperti gandum. Jadi masih sulit,”kata dia.

Iklan
Kategori:Bebas
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: