Beranda > Bloging > Optimisme Penguatan Ekonomi

Optimisme Penguatan Ekonomi

Penguatan ekonomi Indonesia diprediksi masih akan berlanjut.Hal ini didukung kinerja ekonomi global yang kondusif dan aktivitas ekonomi Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan. Laporan Kebijakan Moneter (LKM) triwulan I tahun 2010 versi Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, penguatan ekonomi domestik terus berlanjut. Laporan yang dipublikasi (06/04) tersebut mengungkapkan, pada triwulan IV-2009 perekonomian Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,4% (yoy/secara tahunan) sehingga, secara keseluruhan, pada 2009 perekonomian tumbuh sebesar 4,5% (yoy).

Kondisi perekonomian yang semakin menunjukkan suasana optimistis tersebut mendukung prospek ekonomi yang lebih baik dari perkiraan semula. Perekonomian Indonesia pada 2010 diperkirakan akan tumbuh mencapai kisaran 5,5–6,0% dan pada 2011 mencapai 6,0–6,5%. Stabilitas harga masih terjaga sebagaimana tercermin pada perkembangan indeks harga konsumen (IHK) yang rendah selama triwulan I-2010.

Hal ini sejalan dengan perkiraan tekanan inflasi yang signifikan yang belum akan muncul setidaknya sampai semester I-2010. Menurut BI, proses pemulihan ekonomi global terus berlangsung dan semakin kuat. Ekonomi negara maju, terutama di Amerika Serikat (AS) dan Jepang, terus membaik. Demikian juga pemulihan ekonomi Asia non-Jepang, terutama China dan India yang juga semakin kuat.

Sementara itu, indikasi perbaikan ekonomi di Eropa mulai terlihat meski masih terbatas. Penyelesaian krisis Yunani sejauh ini direspons secara positif oleh pelaku ekonomi dan hanya berdampak terbatas di pasar finansial. Pemulihan ekonomi global yang disertai dengan perbaikan persepsi risiko, memicu optimisme di pasar finansial dan pasar komoditas.

Hal ini tercermin dari indeks harga di bursa saham global yang mencatat kenaikan dan harga komoditas di pasar internasional yang cenderung meningkat. Aliran modal asing ke pasar keuangan emerging market terus berlangsung seiring dengan semakin membaiknya persepsi risiko. Kondisi tersebut mendorong penguatan nilai tukar mata uang di kawasan tersebut.

Optimisme Type Approval Indonesia yang semakin kuat terhadap pemulihan ekonomi global dan permintaan global yang membaik, mendorong kenaikan harga berbagai komoditas. Kenaikan harga yang dibarengi penguatan mata uang sejauh ini belum memicu kenaikan inflasi global secara signifikan, terutama di negara maju. Dalam kondisi proses pemulihan ekonomi dunia yang belum sepenuhnya kembali normal, otoritas moneter terutama di negara maju cenderung masih menerapkan sikap kebijakan moneter yang akomodatif.

Sinyal kebijakan pengetatan moneter lebih banyak tampak di emerging market terkait dengan meningkatnya tekanan inflasi seiring dengan ekspansi ekonomi yang tinggi. Kinerja ekonomi domestik pada triwulan I-2010 berpotensi lebih baik dibanding perkiraan sebelumnya. Pada triwulan I- 2010, ekonomi domestik diperkirakan tumbuh 5,7% (yoy).

Perkembangan tersebut,menurut BI, didukung beberapa hal. Yakni kinerja ekspor yang diperkirakan meningkat seiring dengan perbaikan ekonomi global dan membaiknya harga komoditas internasional. Kemudian, konsumsi diperkirakan masih kuat didukung daya beli masyarakat dan ekspektasi konsumen yang terjaga. Selanjutnya, sejalan dengan peningkatan ekspor dan konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi diperkirakan lebih kuat didukung berbagai upaya pemerintah untuk mendorong proyek infrastruktur.

Sejalan dengan perbaikan kinerja di sisi eksternal, sejumlah sektor diperkirakan dapat tumbuh lebih tinggi, di antaranya industri pengolahan dan sektor perdagangan. Pertumbuhan sektor industri pengolahan yang lebih tinggi didorong membaiknya industri yang berorientasi ekspor dan industri automotif. Sementara itu, pertumbuhan sektor perdagangan yang lebih tinggi sejalan dengan kenaikan kegiatan ekspor dan impor serta membaiknya kinerja industri pengolahan.

Kendati begitu, terdapat beberapa hal yang menjadi tantangan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi terutama terkait dengan upaya mempercepat implementasi programprogram infrastruktur dan memanfaatkan secara optimal peluang dari implementasi ASEANChina Free Trade Agreement (AC-FTA).

Berlanjutnya penguatan ekonomi juga terlihat dari perkembangan ekonomi daerah yang terus menunjukkan perbaikan. Kinerja perekonomian daerah terutama ditopang perekonomian di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua (Kali-Sulampua), dan Jakarta.

Iklan
Kategori:Bloging
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: