Beranda > Artikel > TAJUK, Tragedi Priok Jangan Tinggalkan Bom Waktu

TAJUK, Tragedi Priok Jangan Tinggalkan Bom Waktu

Setelah bentrok berdarah yang berakhir maut di Tanjung Priok, Jakarta Utara, para pejabat tinggi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ramai-ramai turun ke lapangan. Sebuah pemandangan yang ironis, di mana sehari sebelumnya bentrok antara warga masyarakat dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang diwarnai pembakaran kendaraan operasional Satpol PP dan kepolisian, hingga membawa maut tiga anggota Satpol PP, tak seorang pun pejabat tinggi turun melerai bentrokan tersebut. Sungguh mengenaskan ratusan warga masyarakat dan petugas saling memangsa.

Dua pucuk pimpinan yang terlihat di lapangan kemarin yakni Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono berziarah ke makam Mbah Priok yang menjadi titik sentral bentrokan berdarah tersebut. Dua petinggi Pemprov DKI Jakarta itu menyempatkan diri berdoa sekitar 15 menit di depan makam Mbah Priok yang dikeramatkan masyarakat.

Gubernur dan Kapolda disertai Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Rudi Suparyadi dan Habib Ali dan Habib Salim Alatas sebagai ahli waris dari makam yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Sungguh sangat disayangkan mengapa suasana ziarah yang damai itu baru terlaksana setelah terjadi insiden berdarah yang berakhir melayangnya tiga nyawa manusia yang tak berdosa.

Ini sebuah pelajaran menarik buat kita semua sebagai anak bangsa yang tentu tidak menghendaki ada kekerasan dalam setiap penyelesaian persoalan. Mereka yang di atas (pejabat) hendaknya rajin-rajin membuka mata dan telinga mendengar aspirasi masyarakat, sebaliknya mereka yang di bawah (warga) jangan hanya menurutkan emosi dalam menghadapi sebuah persoalan.

Ingat, tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan lewat musyawarah dan mufakat. Mereka yang terlibat bentrok berdarah itu tentu tidak menyadari sejauh mana dampaknya terhadap perekonomian nasional. Kerusuhan kemarin sepertinya menjawab penilaian The National Maritime Institute (Namarin) terhadap pelabuhan Tanjung Priok yang masuk dalam kategori zona bahaya perang (war risk) atau bahaya lain yang bisa mendongkrak biaya asuransi kapal.

Dari hasil pengamatan Type Approval Indonesia, akibat peristiwa berdarah tersebut, kondisi keamanan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu gerbang ekspor-impor barang pasti akan tercoreng di mata internasional. Berbagai persoalan serius yang terus mengancam keberadaan pelabuhan itu memang di luar teknis urusan kepelabuhanan. Di tengah persoalan yang mengancam itu, pemerintah dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II justru semakin bernafsu mengembangkan pelabuhan tersebut tanpa memperhitungkan aspek sosialnya.

Maka, pemandangan penggusuran pun menjadi suguhan biasa di lingkungan pelabuhan tersebut. Kabarnya, Pelindo II telah mencanangkan Perlabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu hub port sehingga membutuhkan lahan yang lebih luas. Dengan peran vital yang dimainkan Pelabuhan Tanjung Priok dalam menunjang pertumbuhan perekonomian nasional, kita berharap penyelesaian persoalan kerusuhan di sekitar pelabuhan yang sempat menghentikan aktivitas bongkar muat peti kemas tersebut tidak berlarut-larut.

Keputusan dari para pihak terkait yang sudah duduk bersama merumuskan pemecahan masalah makam Mbah Priok kemarin dapat segera kembali memulihkan suasana di daerah tersebut. Pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara terangterangan menyatakan kekhawatirannya bahwa tragedi Tanjung Priok tidak hanya mengancam arus barang ekspor dan impor, tetapi juga sudah pasti merusak citra kelancaran arus barang.

Karena itu, Kadin meminta pemerintah, Pelindo II, dan masyarakat terkait bisa menyelesaikan masalah tersebut tanpa menyisakan persoalan yang bakal menjadi bom waktu,di mana suatu saat bisa meledak lagi. Sekali lagi, para pemangku kepentingan yang ada di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok hendaknya memelihara situasi yang lebih kondusif, aman, dan tenteram, mulai dari Pemprov DKI Jakarta, Pelindo II selaku pengelola pelabuhan, dan segenap masyarakat khususnya yang terkait langsung dengan pelabuhan, menjadikan peristiwa berdarah tersebut sebagai sebuah pelajaran berharga.

Iklan
Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: