Beranda > imgrandong > Pembuat Sejarah yang Kontroversial

Pembuat Sejarah yang Kontroversial

Kalangan muslim Inggris bisa tersenyum bangga dengan terpilihnya Sayeeda Hussain Warsi sebagai salah satu menteri dalam kabinet Perdana Menteri (PM) David Cameron.

WARSI adalah muslim pertama yang bisa menduduki kursi menteri dalam sejarah Inggris. Cantik, modern, energik, dan cerdas,itulah gambaran sekilas sosok Warsi.Kendati berpenampilan seperti wanita kebanyakan,Warsi bukanlah wanita biasa.Ibu berusia 39 tahun ini memiliki catatan mengagumkan dalam karier politiknya.

Setelah mencatatkan namanya sebagai anggota House of Lords atau Majelis Tinggi termuda dalam sejarah Inggris (saat berusia 36 tahun), Warsi kini mencetak sejarah baru lainnya sebagai muslim pertama yang bisa duduk dalam jajaran kabinet Inggris. Menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com terpilihnya Warsi memang tidak mengejutkan lantaran selama ini dia dikenal sebagai tangan kanan PM Cameron.Baginya,menjadi bagian kabinet adalah keistimewaan.

“Bagi saya yang datang dari keluarga buruh dan diberi kesempatan untuk duduk di kabinet di tengah masa yang penting dalam sejarah Inggris Raya adalah hal yang luar biasa menggugah,”ucap Warsi setelah menghadiri sidang kabinet pertama di Downing Street 10, Kamis (13/5) lalu. Warsi yang lahir di Dewsbury, Inggris, ini merupakan keturunan Pakistan.Ayahnya pernah menjalankan perusahaan bisnis mebel meski kemudian beralih menjadi pekerja.

Dengan berayah Pakistan, Warsi pun mahir berbicara dalam bahasa Urdu, Gujarati hingga Punjabi. Setelah menyelesaikan pendidikan di Birkdale High School dan Dewsbury College, dia melanjutkan studi di bidang hukum di Universitas Leeds.Warsi semakin mendalami ilmu hukum saat mengambil keprofesian di York College of Law. Sejak di bangku kuliah,Warsi sudah menunjukkan minat yang besar terhadap politik.

Wanita kelahiran 28 Maret 1971 ini sempat bekerja pada anggota Partai Konservatif John Whitfield sebelum mendirikan kantor pengacara sendiri. Namanya mulai mencuri perhatian saat melancarkan Operation Black Vote di West Yorkshire pada 1996. Namanya semakin terkenal saat membebaskan guru Inggris Gillian Gibbons di Sudan pada 2007. Gibbons dipenjara karena mengizinkan murid-muridnya menamai boneka beruangnya dengan nama Muhammad.

Sejak awal karier politiknya, Warsi menaruh perhatian besar pada isu-isu rasial, kawin paksa, kondisi penjara yang buruk, serta isu-isu jaringan bisnis nasional. Tidak aneh bila kemudian dia aktif sebagai anggota Kirklees Racial Equalities Councild serta Joseph Rowntree Charitable Trust’s Racial Justice Committee. Dia bahkan pernah mengadakan penelitian tentang pernikahan paksa di Kementerian Hukum Pakistan.

Pada 2004, dia memutuskan berhenti sebagai pengacara untuk berjuang mendapatkan kursi parlemen mewakili kampung halamannya, Dewsbury, West Yorkshire. Padahal, saat itu Warsi yang dikenal sebagai pengacara andal mampu mendapatkan penghasilan 130.000 poundsterling. Warsi yang mewakili Partai Konservatif harus mengakui keunggulan Shahid Malik dari Partai Buruh.Kendati kalah, dia dipercaya menjadi penasihat khusus. Pada 2007,ibu dari seorang putri ini ditunjuk sebagai menteri bayangan untuk Kementerian Komunitas.

Dia pun kemudian diberi status sebagai Baroness of Dewsbury yang merupakan gelar bangsawan prestisius. Warsi dikenal sebagai politikus yang blak-blakan dan kontroversial. Sikap kontroversialnya ditunjukkan saat dia mengkritik keras salah satu politikus ultrakonservatif Inggris yang juga pemimpin Partai Nasional Britania Nick Griffinm pada Oktober lalu.Dalam debat di BBC,Warsi mengatakan Griffin sebagai seorang penipu yang suka melecehkan Islam dan Kristen.

“Anda adalah seorang penipu yang suka melecehkan agama Islam dan Kristen,”ucapnya kepada Griffin. Tahun lalu dia dilempari telur oleh kelompok muslim militan di Luton karena dinilai tidak berperilaku sebagai muslim yang baik dan malah mendukung banyaknya warga muslim yang meninggal di Afghanistan. Namun, dengan enteng, Warsi mengkritik balik kelompok itu dengan mengatakan, “Anda adalah orang idiot yang sama sekali tidak mewakili mayoritas umat Islam Inggris.”

Kendati sering membuat banyak orang, termasuk kalangan muslim, meradang,Warsi diharapkan bisa membawa angin segar bagi kalangan muslim di Inggris yang menjadi minoritas di sana.Warsi diharapkan dapat menyampaikan suara kalangan muslim, terutama dalam perumusan kebijakan Pemerintah Inggris.

Iklan
Kategori:imgrandong
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: