Beranda > imgrandong > Prestasi Gemilang Tak Terganjal Biaya

Prestasi Gemilang Tak Terganjal Biaya

Trtgun dan nyaris tak melontarkan reaksi apa pun. Di hadapan teman-teman dan gurunya, Lieska Sukma Irdayanti, 15, berusaha tenang. Dia bersikap apa adanya.Tetapi, upaya itu tak bertahan lama. Berpasang mata dan senyum dari orang-orang di sekelilingnya membuat Lieska–begitu dia biasa disapa– terpaksa mengatupkan kedua tangan ke muka. Gadis berkulit sawo matang ini langsung menyembunyikan wajah bahagianya ke balik telapak tangan. Dalam hati, dia bergumam, tak menyangka namanya disebut sebagai salah satu pelajar yang memiliki nilai ujian nasional (UN) tertinggi nomor dua se-Provinsi Jawa Timur. Ya, Lieska adalah salah satu dari tiga murid SMPN 02 Tulungagung yang berhasil meraih nilai tertinggi UN 2010 se-Jawa Timur, menurut informasi yang di dapat oleh Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Nilai 39,40 atau rata-rata 9 untuk setiap mata pelajaran mengantarkan Lieska menyandang status pelajar terpandai nomor dua se-Jawa Timur. ”Bapak guru yang mengumumkan Jumat (7/5).

Saat itu kami sedang berada di atas bus wisata hendak menuju lokasi wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali,“ kenang Lieska sembari tersipu. Gadis yang terlahir 25 Desember 1994 ini masih ingat betul. Waktu itu bus pariwisata SMPN 02 Tulungagung belum berjalan menuju lokasi wisata Garuda Wisnu Kencana untuk melihat tari barong. Putri bungsu lima bersaudara pasangan almarhum Soedarman dan Ny Ponisih, 60, ini juga masih hanyut dengan rasa bahagianya. Tidak tahu siapa yang memulai, beragam tangan teman-temannya sekelasnya di 9 A tiba-tiba berebut menyalaminya. ”Saya hanya bisa menangis terharu ketika temanteman memberi ucapan selamat. Saya memang berdoa bisa mendapat nilai yang baik.Namun, tidak menyangka jika hasilnya sebaik ini,“ paparnya seraya mata berkaca- kaca mengenang semua itu. Sorot mata Lieska memang menunjukkan seorang yang cerdas.

Selain cepat menangkap maksud dari omongan, dia juga cepat menjawab setiap pertanyaan yang terlontar kepadanya.Ketika ditemui di rumahnya di Jalan Pahlawan Gang III No I Kota Tulungagung, Lieska tampak gugup. Setelah mempersilakan Seputar Indonesia masuk ke ruang tamu, Lieska yang hanya mengenakan kaos oblong bertuliskan ”I Love Bali” dan celana pendek motif kotak itu bergegas cepat ke belakang rumah.”Lagi menyiapkan nasi untuk syukuran bersama teman-teman di sekolah,“ selorohnya sembari pamitan ke belakang. Rumah tempat tinggal Lieska tampak sederhana.Begitu pula dengan ruang tamunya.Berlantai keramik model lama dengan meja kursi kayu dengan cat pelitur yang sudah usang. Dindingnya pun mulai kusam. Selain lukisan berukuran tidak terlampau besar, tertempel pigura yang membingkai foto almarhum Soedarman dan Ny Ponisih.

Dua orang tua Lieska ini terlihat masih muda. Di atas buffet kuno, sebuah pigura memajang foto Lieska yang masih berusia tujuh tahun. Pada 1997, saat Lieska masih berusia dua tahun, Soedarman yang seorang anggota TNI di Kodim Tulungagung dengan pangkat rendahan meninggal dunia karena sakit. ”Sejak saat itu saya membesarkan enam anak saya sendirian. Karena usianya yang baru dua tahun,Lieska belum begitu paham dengan bapaknya,“ tutur Ny Ponirsih bercerita lika-liku kehidupan keluarganya. Kesulitan ekonomi karena hanya mengandalkan dari pensiun almarhum suaminya membuat Ponirsih selalu tegas dalam berbicara soal pendidikan.

Selain berdoa agar anak-anaknya mendapat kemudahan, wanita yang sudah kelihatan renta ini juga mewanti-wanti agar anak-anaknya serius dalam pelajaran sekolah. ”Sebab jika nilainya tidak baus tentu akan sulit mencari sekolah yang bermutu.Sementara biaya untuk itu (sekolah) terbatas,“ paparnya. Pesan yang diulang-ulang (Ponirsih) itu mendorong Lieska bersungguh- sungguh dalam menjalani kehidupan akademisnya. Sejak duduk di sekolah tingkat dasar, gadis yang cenderung berperilaku tomboi ini sudah menunjukkan prestasi. Nilai yang bagus setiap ujian mengantarkannya masuk ke SMPN 02 Tulungagung, salah satu sekolah favorit. Menurut Lieska, karena statusnya sebagai siswi berprestasi dari keluarga kurang mampu, setiap tahun pihak sekolah menyantuninya melalui program beasiswa. ”Saya mendapat beasiswa sejak kelas satu. Setahun bisa dua sampai tiga kali.

Besarnya Rp200.000– 300.000,“ tutur Lieska. Karena dia tahu ibunya tidak memiliki cukup uang untuk membantunya melakukan pendidikan tambahan di luar sekolah (les), Lieska tidak pernah meminta.Ketika sebagian besar teman-teman sekelasnya mengikuti les usai sekolah, Lieska hanya berdiam diri di rumah.Namun, keadaan ini tidak membuat gadis dengan perangai riang ini menjadi minder. Usai istirahat sejenak, dia buka kembali pelajaran yang baru diperolehnya dari guru di sekolah. ”Saya kenal les saat mau ujian nasional kelas III.Ibu memaksakan uangnya ditambah dari uang beasiswa. Ibu berharap saya bisa lulus dengan nilai baik,“ ungkapnya. Usaha yang keras dalam belajar bukan berarti Lieska harus menghabiskan hari-harinya di meja belajar.Kecuali saat ujian, dia juga bermain dengan teman-teman sebayanya. Untuk belajar, selain pulang sekolah seusai tidur siang, kemudian setelah salat magrib, Lieska mengulangi belajar pada pagi hari.

”Biasanya setelah salat subuh sebab kata bapak-ibu guru tidak baik terlalu diporsir. Khusus saat ujian saya meminta ibu untuk terus salat duha untuk saya,“ paparnya. Setelah lulus ini dia berencana mendaftar di SMKN 01 Tulungagung. Alasannya lagi-lagi soal keterbatasan biaya. Lieska yang menyukai teknologi informasi ini berharap bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi. Setelah lulus sekolah menengah atas (SMK), dia berniat bekerja dulu mengumpulkan biaya kuliah. ”Karena ibu tak ada biaya untuk itu.Dan semua kakak tidak ada yang kuliah. Karenanya mencari sekolah yang bisa cepat kerja,“ pungkasnya.

Ditemui terpisah Kepala Sekolah SMPN 02 Tulungagung Suwarsono membenarkan jika ketiga murid-muridnya termasuk Lieska tergolong siswi yang berprestasi sejak berada di kelas satu.

Iklan
Kategori:imgrandong
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: