Beranda > Update > Layanan SIM Jangkau Tempat Ibadah

Layanan SIM Jangkau Tempat Ibadah

Warga Ibu Kota kini semakin mudah memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM). Polda Metro Jaya membuka layanan SIM keliling di tempat ibadah dan untuk malam hari di pusat perbelanjaan. Dengan demikian, warga tidak perlu repot-repot lagi ke kantor polisi atau samsat untuk memperpanjang SIM. Kepala Seksi SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Gatot Subroto mengatakan, dalam Bulan Layanan Polantas pihaknya membuka layanan perpanjangan SIM A dan C di setiap masjid dan gereja.

Untuk masjid setiap hari Jumat dan gereja setiap Minggu, menurut informasi yang di dapat Standardisasi. Tidak itu saja, Polda Metro Jaya juga membuka layanan malam hari, setiap malam Minggu, di pusat-pusat perbelanjaan. Kita ingin menciptakan pelayanan yang memudahkan bagi masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang usai beribadah, bisa langsung mudah untuk memperpanjang SIM, kata Kompol Gatot kemarin yang saya kutip dari sumber media massa.

Dari pelayanan yang sudah dilakukan, tercatat banyak masyarakat yang mendaftar. Namun, karena terbatasnya pelayanan maka tidak semua pemohon yang bisa dilayani. Sebab, dalam sekali pelayanan hanya bisa melayani 100 pemohon. Hal ini disebabkan masih terbatasnya alat.  Kita lihat ke depan, kalau memang banyak, tidak menutup kemungkinan akan ditambah, jelasnya.

Dalam pelayanan keliling ini, perpanjangan SIM hanya membutuhkan waktu 10 menit. Gatot melanjutkan, pelayanan di tempat ibadah dan pusat perbelanjaan ini akan dievaluasi setiap bulan. Bila ada peningkatan jumlah pemohon maka tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jadwal atau malah diperpanjang sehingga menjadi jadwal rutin.

Kita akan lihat responsnya dari masyarakat, kalau nanti cukup baik, maka akan terus kita perpanjang pelayanan SIM di tempat-tempat ibadah,”tuturnya. Salah seorang pemohon, Bambang Soetomo, menilai pelayanan perpanjangan SIM di tempat ibadah sebagai bentuk kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Sebab, setiap orang yang usai beribadah bisa langsung perpanjang SIM, ujar warga Kembang Murni II, Meruya, Jakarta Barat ini.

Namun, dia menyarankan agar informasi pelayanan seperti ini dapat bisa diketahui jadwal dan tempat lokasinya sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengakses pelayanan tersebut. Di bagian lain, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta membuat inovasi dalam pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Mobile.

Rencananya, layanan tersebut akan membidik usia muda yang baru memasuki usia 17 tahun di SMA/SMK. Kepala Dinas Dukcapil Franky Mangatas Panjaitan mengatakan, inovasi tersebut untuk memperluas jangkauan layanan KTP Mobile. Menurut dia,selama ini KTP Mobile hanya berfokus pada warga di perkampungan. Layanan tersebut akan diberlakukan di semua wilayah DKI Jakarta.

Saat ini yang sudah melakukannya Sudin Jakarta Barat, ke depan semua wilayah akan menerapkannya, kata Franky. Dia menjelaskan, tujuan peluncuran KTP Mobile untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Karena itulah, pihaknya tidak keberatan dengan usulan KTP Mobile ke sekolah-sekolah karena prinsipnya untuk memudahkan warga mendapatkan KTP. Meski demikian, pihaknya memastikan semua persyaratan harus dipenuhi.

Bukan berarti kami memperlonggar persyaratan. Semua syarat harus dipenuhi untuk mendapatkan KTP, tak terkecuali bagi pelajar yang sudah berusia 17 tahun, ucapnya. Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Barat Ahmad Fauzi mengatakan, jumlah pelajar yang sudah berusia 17 tahun cukup banyak. Karena itu, pihaknya mengambil inisiatif mendatangi mereka. Jadi KTP Mobile tidak hanya mendatangi perkampungan warga. Tapi juga sekolah-sekolah. Ini lantaran jumlah mereka cukup banyak, ujarnya. Wah kalau begitu kita jadi lebih enak kalau mau membuat SIM.

Iklan
  1. Juni 8, 2010 pukul 8:03 am

    Wah…bagus dong…..jadinya semua bisa mendapatkan SIM dengan mudah…hanya sajs semoga praktek pungli bisa semakin terkikis sampai habis

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/06/08/bak-mendapat-durian-runtuh/

  2. aan
    Juni 13, 2010 pukul 1:40 am

    pungli memang merugikan, semoga polisi bisa lebih tanggap

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: