Beranda > grandong > Reklamasi Pantura Ancam Listrik Jakarta

Reklamasi Pantura Ancam Listrik Jakarta

Menurut informasi yang diterima Belajar HTML bahwa Kegiatan reklamasi Pantai Utara Jakarta yang tidak terkendali dikhawatirkan akan mengancam pasokan listrik di Ibu Kota. Persoalannya, pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah tersebut sangat mengandalkan air laut sebagai pendingin mesin pembangkit.

”Sebagian besar reklamasi,menimbun laut menjadi daratan.Kenaikan temperatur air dan penurunan jumlah pasokan air pendingin ke pembangkit PLN dikhawatirkan dapat mengganggu kegiatan operasional pembangkit, terutama penurunan daya mampu pembangkit,”ujar Manajer Bidang Pembangkitan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) PLN Jonny Havianto di Jakarta akhir pekan lalu.

Saat ini terdapat tiga pembangkit besar milik PLN yang berlokasi di kawasan Pantai Utara Jakarta. Ketiga pembangkit itu adalah PLTU Muara Karang dengan kapasitas 1.375 megawatt (MW); PLTU Priok (1.248 MW); dan PLTGU Muara Tawar (1.745 MW). Ketiga pembangkit listrik tersebut juga sudah ditetapkan sebagai obyek vital nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 63/2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional.

Seperti diketahui ketiga pembangkit ini menyuplai listrik ke pusat pemerintahan dan bisnis, seperti Istana Negara, Monas, kawasan bisnis Thamrin–Sudirman, Senayan, dan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Muara Karang dan Priok memasok lebih dari 35% ke Jakarta, paparnya. Sementara itu, Kepala Puslitbang PLN Hadi Harmono mengakui, maraknya pembangunan apartemen di pesisir Jakarta berdampak kepada operasional pembangkit milik PLN.

Sebab menurut informasi yang diterima Type Approval Indonesia bahwa saat dibangun, pembangkit listrik tersebut dirancang menggunakan sistem pendingin air laut. ”Ini akan mempengaruhi kemampuan atau efisiensi dari pembangkit,” ujar Hadi. Senior Specialist pada Direktur Niaga PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Koespraptini Ria menjelaskan, pada awal dibangunnya pembangkit, suhu air pendingin hanya sekitar 27–28 derajat celsius. Kini, suhunya mencapai 29–31 derajat celsius. ”Itu baru masuknya. Keluarnya sekitar 38–39 derajat celsius,”ungkap Ria.

Iklan
Kategori:grandong
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: