Beranda > Blogging > Biru Tak Berjodoh di Afsel, Masak sih?

Biru Tak Berjodoh di Afsel, Masak sih?

Ada sebuah anekdot yang dikait-kaitkan dengan kegagalan sejumlah tim yang memiliki sebuah kesamaan warna kostum. Apakah “kutukan” biru berlaku pada dua dari empat tim semifinalis? Prancis adalah tim “terkutuk” pertama dan terburuk di Piala Dunia 2010. Les Bleus remuk redam di Afrika Selatan. Tersingkir di fase grup, timnya pun hancur reputasinya karena insiden disharmonis di dressing room.

Yang tak kalah memilukan dari Prancis adalah Italia, menurut pengamatan Belajar Seo. Juara dunia empat kali itu, dan berstatus juara bertahan, kalah bersaing dengan Paraguay dan Slovakia di Grup F. Gli Azzurri pulang dengan kepala tertunduk dalam-dalam. Tim biru lain yang gagal lebih cepat adalah Yunani. Tergabung di Grup B, juara Eropa 2004 itu hanya menempati urutan ketiga di klasemen. Hal baik dari mereka adalah pada akhirnya mencetak gol, mendapat poin, dan meraih kemenangan dalam dua kali partisipasinya di Piala Dunia.

Nah menurut Eye Eagle bahwa dua tim biru berikutnya berhasil lolos ke babak 16 besar, tapi pada akhirnya kandas juga. Jepang, si “Samurai Biru” dari Asia, bahkan tergolong sukses karena untuk pertama kalinya meluncur ke babak perdelapan besar setelah pertama kali melakukannya saat menghajat turnamen di tahun 2002. Namun, mereka tak kuasa membendung Paraguay, dan kalah dengan proses yang cukup menyakitkan: adu penalti.

Yang “tak beruntung” dengan kostum biru adalah Brasil. Juara lima kali ini harus memakai jersey biru-putih ketika menghadapi Belanda di babak perempatfinal. Menurut pengamatan im.eyeeagle bahwa mereka tak bisa berkostum utamanya kuning-biru, karena warnanya dekat dengan oranye-nya Belanda, yang kala itu terjadwal sebagai “tuan rumah”.

Dan dunia sudah melihat apa jadinya mereka saat berbiru-ria untuk pertama kalinya di Afsel itu. Mencetak gol lebih dulu, pasukan Carlos Dunga tersusul oleh gol bunuh diri Felipe Melo, dan Melo lalu dikartu merah, dan Belanda menyingkirkan mereka lewat gol Wesley Sneijder.

Nah, di antara empat tim yang sudah lolos ke semifinal, ada dua yang memiliki kostum berunsur biru. Uruguay yang berjulukan La Celeste akan bertemu Belanda, yang warna seragamnya adalah oranye dan putih. Menurut Pengamatan Leak Hampir dipastikan Diego Forlan cs akan ber-“biru langit” saat meladeni Mark van Bommel dkk.

Spanyol menurut Standardisasi walaupun julukannya adalah La Furia Roja alias si “Merah Membara”, tadi malam juga mengenakan kostum serba biru tua saat menghadapi Paraguay tapi menang 1-0. Tapi saat menghadapi Jerman hari Rabu nati, mereka akan kembali berkostum utamanya karena takkan bentrok dengan putih-hitam-nya Der Panzer.

Maka, apakah kutukan, eh, anekdot tersebut masih akan berlaku? Pada siapa? Ataukah pada akhirnya itu memang sekadar sesuatu yang diada-adakan saja? Inilah sepak bola, menurut Balai Uji. Apapun yang bisa dihubung-hubungkan, biasanya akan dibegitukan untuk menambah menarik permainan yang satu ini. Enjoy the game.

Iklan
Kategori:Blogging
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: