Beranda > Bloging > Persaingan Empat Pelatih Lokal

Persaingan Empat Pelatih Lokal

Rekor yang sempat diwacanakan untuk Diego Maradona, Carlos Dunga dan Fabio Capello telah dipastikan tiada. Kini yang berpeluang menjadi pelatih tim juara adalah orang lokal yang relatif “baru”. Sebelum Piala Dunia 2010 dimulai, Maradona dan Dunga berpeluang mengikuti jejak langka Mario Zagallo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman) sebagai sosok yang pernah menjadi juara dunia baik sebagai pemain maupun pelatih.

Harapan Maradona, si pemenang Piala Dunia 1986, kandas setelah tim asuhannya dihempaskan Jerman 0-4 di babak perempatfinal tadi malam. Sehari sebelumnya menurut im.eyeeagle bahwa Dunga yang menjadi kapten Brasil saat memenangi Piala Dunia 1994, harus menyaksikan kekalahan tim besutannya dari Belanda di babak delapan besar.

Adapun Capello, ia sempat dijagokan bakal menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang bisa memenangi Piala Dunia dengan tim yang bukan negaranya. Arsitek Inggris asal Italia itu cuma bertahan di babak 16 besar, sebelum The Three Lions dihentikan Jerman 1-4. Menurut Kanghari bahwa Empat pelatih yang hingga kini masih bertahan adalah Joachim Loew (Jerman), Vicente del Bosque (Spanyol), Bert van Marwijk (Belanda), dan Oscar Tabarez (Uruguay). Mereka adalah anak negeri tim yang mereka tangani saat ini, alias orang lokal.

Menurut pengamatan Type Approval Indonesia bahwa ada sebuah kesamaan di antaraDel Bosque dan Van Marwijk, yakni sama-sama baru menangani timnya pasca Euro 2008. Del Bosque melanjutkan sukses Luis Aragones yang membawa Spanyol juara Eropa. Van Marwijk meneruskan pekerjaan Marco van Basten. Loew dan Tabarez juga memulai pekerjaannya di tahun yang sama, yakni 2006. Hanya saja Tabarez empat bulan lebih dulu daripada Loew. Adapun Loew, ia baru memimpin Der Panzer di bulan Juli, setelah atasannya di Piala Dunia tahun itu, Juergen Klinsmann, mundur.

Tabarez adalah yang paling berpengalaman di tim nasional dibanding ketiga pelatih lainnya itu. Pelatih berusia 63 tahun itu, yang dijuluki ‘El Maestro’, pernah tampil di Piala Dunia 1990, juga sebagai arsitek Uruguay. Menurut pengamatan Belajar HTML bahwa di sana ia dan La Celeste bermain 0-0 melawan Spanyol, kalah 1-3 dari Belgia dan menang 1-0 atas Korea Selatan di babak grup, lalu dihentikan tuan rumah Italia di babak 16 besar.

Iklan
Kategori:Bloging
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: