Beranda > News > Menhut Turun Tangan Selamatkan KBS

Menhut Turun Tangan Selamatkan KBS

Kematian hewan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) membuat pemerintah kebakaran jenggot.Untuk menyelamatkan hewan yang masih tersisa,Menteri Perhutanan (Menhut) akan mengambil alih satwa langka yang masih tersisa di KBS.

Gubernur Jatim Soekarwo menuturkan, dalam dua hari terakhir ini dia selalu ditelepon oleh Menhut terkait penanganan dan penyelamatan KBS. Pemerintah pusat mengambil keputusan cepat untuk segera menyelamatkan satwa langka yang masih tersisa dari ancaman kematian.“Saat ini konsentrasinya menyelamatkan hewan yang masih selamat. Karena itu, Menhut turun tangan langsung,” ujar Pakde, panggilan akrabnya,kemarin.

Dia melanjutkan, pemerintah pusat dan Pemprov tidak mau ikut terjebak dalam polemik manajemen KBS. Dengan demikian, konsentrasi yang dibangun adalah konsep penyelamatan hewan. Menhut melihat banyak hewan di KBS yang stres dan mengalami kekurangan gizi.Jadi,perlu dilakukan langkah preventif untuk mengatasi persoalan itu.“Pemprov tetap akan membantu langsung persoalan ini,” papar Gubernur kelahiran Madiun itu. Selama ini Pemprov memang tidak memiliki anggaran khusus untuk perawatan dan pengembangan hewan.

Namun,Pakde memastikan ada anggaran yang diambilkan dari pos adhocselain bencana alam untuk menyelamatkan hewan di KBS. Anggaran itu digelontor untuk pembelian makanan bergizi serta obat-obatan untuk hewan yang masih selamat di KBS.“Ini kondisinya sudah di luar batas kewajaran. Karena itu, perlu penanganan bencana untuk keselamatan satwa di KBS,”tegasnya.

Kepala Dinas Peternakan Jatim Suparwoko Adi Sumarno mengatakan, dari hasil penelusuran yang dilakukan lima dokter hewan Dinas Peternakan ke KBS, disimpulkan ada banyak penyebab matinya para satwa. Salah satu penyebab yang paling mudah terlihat adalah penerapan kesejahteraan hewan tidak optimal, hewan yang tidak memiliki pasangan hidup, kondisi kandang kurang bagus, karyawan kurang kompeten di bidang konservasi, dan belum diperlakukannya standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan satwa.

“Faktor itu yang menyebabkan banyak hewan mati dalam beberapa hari terakhir di KBS,” ujar Suparwoko. Dia melanjutkan, hewan yang mati kebanyakan adalah jenis burung dan ikan. Sementara jumlah hewan berkaki empat masih relatif aman seperti harimau yang jumlahnya masih ada 30 ekor. Sejumlah area KBS yang dipakai untuk sarana bermain juga menjadi kajian Dinas Peternakan.

Sebab,kemungkinan hal itu berpengaruh pada mengecilnya tempat kandang hewan. Saat ini sebagai sarana penyelamatan satwa, mereka tetap membantu dengan cara menurunkan lima dokter hewan ke KBS.“Selain itu, sanitasi dan kebersihan kandang harus dijaga pula.KBS sebaiknya tidak menerima satwa dahulu jika tidak ada tempat. Sebab, tiap bulan KBS rata-rata menerima satwa sebanyak 20 ekor,” pungkas Suparwoko.

Sanitasi Jadi Kebutuhan Utama

Iktikad baik Pemprov Jatim untuk membantu obat dan makanan untuk satwa di KBS direspons positif oleh Manajemen Sementara wahana konservasi tersebut. Bantuan ini akan meringankan beban pengelola terhadap kebutuhan operasional yang cukup besar. Anggota Manajemen Sementara KBS Ahmad Saerozi mengatakan, kebutuhan obat dan makanan menjadi cukup vital di KBS,mengingat kondisi lingkungannya kurang bagus sehingga menyebabkan satwa KBS rentan terserang penyakit.“

Tadi siang tim dokter hewan provinsi datang ke KBS menyampaikan rencana ini (bantuan makanan dan obat untuk satwa). Kami sendiri alhamdulillah menerima bantuan ini dengan tangan terbuka,”katanya. Selain makanan dan obat, kata Ahmad, saat ini KBS butuh perbaikan lingkungan,khususnya perbaikan sistem pengairan dan sanitasi. Sebab, sampai saat ini sistem jaringan kesehatan di KBS kacau.

“Kebutuhan ini (pengelolaan air dan sanitasi) juga sudah kami sampaikan kepada Pemprov Jatim. Ternyata mereka juga siap membantu. Karena itu, kami berterima kasih sekali,”tuturnya. Terkait rencana Kemenhut yang akan mengambil alih pengelolaan, Saerozi mengaku belum tahu. Dia menuturkan, surat maupun pemberitahuan tentang kebijakan tersebut hingga kemarin belum ada.

“Setahu saya tidak ada apaapa. Lagi pula Pak Menteri (Menhut) juga sudah sepakat dengan tindakan penyelamatan yang kami lakukan selama ini,”paparnya. Namun, jika kebijakan tersebut benar dan harus mengganti kepengurusan Manajemen Sementara, Ahmad mengaku bersyukur. Dengan diganti, paling tidak dia dan pengurus lain akan bebas dari beban berat mengelola satwa KBS. “Kalau ditunjuk orang baru, mudah-mudahan saya tidak ter-masuk.

Bagaimana tidak,lha wong gaji tidak ada,sedangkan kritik datang bertubi tubi,” ujarnya sambil tertawa. Sementara Pemkot Surabaya belum berani berspekulasi tentang bantuan obat dan makanan dari Pemprov. Asisten II Sekkota Surabaya Muhlas Udin mengaku, sampai saat ini belum ada pembahasan bantuan untuk KBS. “Semua itu (bantuan untuk KBS) wewenang wali kota. Namun, setahu saya sampai saat ini belum ada anggaran untuk itu,”tukasnya.

Kategori:News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: