Beranda > News > Pemimpin Harus Unggul Imtak dan Iptek

Pemimpin Harus Unggul Imtak dan Iptek

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta menyatakan, menjadi pemimpin bangsa yang besar dengan beragam suku dan budaya dibutuhkan sosok yang memiliki keunggulan iman dan takwa (imtak), ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta berkarakter tangguh.

“Seorang pemimpin juga harus berkarakter tangguh, memiliki kecerdasan dan kearifan lokal agar dapat diterima di semua lapisan bangsa,’’ ujarnya saat menyampaikan orasi ilmiah berjudul Kepemimpinan yang Berwawasan Kebangsaan pada kegiatan Dies Natalis ke-58 Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium USU, Medan, kemarin. George berkeyakinan pemimpin berkeunggulan imtak secara tidak langsung memberi jaminan bahwa dirinya akan melaksanakan amanah serta mempertanggungjawabkan di kemudian hari di hadapan Tuhan.

”Keunggulan iman dan takwa merupakan gambaran nyata dari keluhuran budaya para pendahulu,” tuturnya. Sementara itu, kemampuan penguasaan iptek dibutuhkan agar pemimpin dapat mencermati dan menyikapi perkembangan situasi sehingga dapat diambil langkah antisipasi untuk penyelesaian masalah secara tepat, cepat, dan bermartabat.“Selain itu, seorang pemimpin harus memiliki karakter tangguh agar mampu mengendalikan konflik atau krisis.

Kegagalan seorang pemimpin dalam mengatasi krisis maupun konflik akan dapat menimbulkan sesuatu yang tidak konstruktif, bahkan destruktif,” paparnya. Dia menilai sejalan dengan tantangan yang dihadapi,Indonesia memerlukan pemimpin-pemimpin berkomitmen kuat terhadap terwujudnya kejayaan bangsa dan negara ini. Kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan sangat diperlukan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hadir dalam kegiatan itu,yakni Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Gatot Pudjo Nugroho, Kepala Kepolisian Daerah Sumut (Kapoldasu) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Oegroseno, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Leo Siegers, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajatisu) Sumut Sution Usman Adji,Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, dan anggota Komisi VIII DPR Hasrul Azwar.

Sementara itu, dari lingkungan USU, diikuti seluruh sivitas akademika, pengurus Majelis Wali Amanat (MWA) USU, mantan Rektor USU Chairuddin P Lubis, dan pemimpin perguruan tinggi swasta (PTS). Pada kesempatan itu, Gubernur Sumut Syamsul Arifin mengingatkan, dalam rangka perayaan dies natalis USU senantiasa untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Dia menyatakan, menjadi orang penting itu baik, tapi lebih penting menjadi orang baik di tengah-tengah masyarakat.

“Jadilah pemimpin yang merakyat dan religius bagi masyarakat,” tandasnya. Rektor USU Syahril Pasaribu menyatakan, lembaganya berkomitmen meningkatkan reputasi universitas menuju national achievement with global reach.“Kinerja penyempurnaan citra tersebut memiliki jangkauan global sehingga USU berdiri sejajar dengan perguruan tinggi nasional lainnya yang telah tercatat pada taraf internasional,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, komitmen tersebut telah dirumuskan dalam visi university for industry dan misi USU yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) USU 2010–2014 yang sebelumnya sudah dilakukan Chairuddin P Lubis. Ketua MWA USU Joefly J Bahroeny menambahkan, dalam usia ke-58, USU hendaknya menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia (SDM) harus memiliki tanggung jawab sebagai lembaga pembentuk karakter.

Kategori:News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: