Beranda > Blogging > Kantor Bupati Gowa Diserang

Kantor Bupati Gowa Diserang

Pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Gowa menyerang Kantor Bupati Gowa,kemarin.Sehingga tawuran tak terhindarkan antara pengunjuk rasa dan pegawai Pemkab Gowa.

Akibat tawuran tersebut menyebabkan satu orang terluka terkena anak panah.Korban luka pada ba- -gian punggung sebelah kanan diketahui bernama Eric, petugas kebersihan Kantor Bupati Gowa. Beruntung bagi Eric, panah itu tidak menancap dalam sehingga dia tak harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Informasi yang dihimpun Seputar Indonesia (SINDO) di lapangan, penyerangan bermula saat sejumlah pengunjuk rasa terlibat saling ejek dengan beberapa pegawai negerisipil( PNS) yanghendakpulang. Saling ejek tersebut kemudian berbuntut penyerangan batu dan panah dari para pengunjuk rasa.

Melihat hal tersebut, polisi langsung memblokade pintu gerbang Kantor Bupati untuk memisahkan massa pengunjuk rasa dan pegawai yang berusaha merangsek ke luar pagar. Meski telah berupaya dipisahkan, beberapa saat lemparan batu tetap saja masuk areal kantor yang terletak di Jalan Masjid Raya tersebut. Pantauan di lokasi saat kejadian, aparat kepolisian sempat mengamankan beberapa pendemo. Aksi pengejaran tak terhindarkan antarapolisidengansejumlahpengunjuk rasa. Beberapa pengunjuk rasa terlihat membawa senjata tajam dan alat pelontar anak panah. “Kami minta agar teman-teman yang ada di Kantor Bupati untuk tenang dan tidak terpancing,” ungkap Kapolres Gowa AKBP Totok Lisdiarto di lokasi kemarin.

Bentrokan baru mereda setelah aparat kepolisian memisahkan kedua belah pihak. Selanjutnya, polisi mengawal pengunjuk rasa sampai ke Jalan Jipang,Makassar.Lokasi ini diketahui adalah kediaman mantan calon Bupati Gowa Andi Maddusila. Bentrokan itu merupakan buntut dari serentetan aksi yang dilakukan ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Gowa, kemarin.Awalnya, para pengunjuk rasa ini melakukan aksi di perempatan Jalan Agus Salim, Jalan Tumanurung dan Jalan Masjid Raya.Ditempat ini,pengunjuk rasa merusak sejumlah baliho bergambar Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo.

Setelah itu, pengunjuk rasa kemudian melakukan orasi di depan Kantor DPRD Gowa dan melanjutkan aksinya di depan Istana Ballalompoa. Sekitar pukul 15.45 Wita, massa yang mengendarai kendaraan roda dua dan mobil menuju depan Kantor Bupati Gowa.Ditempat itulah bentrokan berlangsung. Hingga tadi malam, polisi masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Informasi yang dihimpun, polisi sudah mengamankan dua pelaku yang melakukan penyerangan dan tertangkap tangan membawa senjata tajam. Totok membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan dua warga yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Namun, dia enggan menyebutkan identitas kedua warga yang diamankan tersebut.

Bentrokan itu praktis membuat kepanikan PNS yang berada di dalam kantor.“Kami tidak bisa keluar karena pintu di tutup.Kita semua di larang ke luar.Takutnya kalau penyerang masuk,kita mau kemana. Katanya di luar saling lempar batu, ada pegawai yang kena panah. Ngerinya,” kata seorang perempuan PNS Gowa kepada SINDO dengan nada panik. Dalam orasinya, pengunjuk rasa menuntut agar pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gowa dibatalkan.

Sekadar diketahui,pascapemilihan hingga pascapelantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ichsan Yasin Limpo-Abd Razak Badjidu situasi di Butta Bersejarah-gelar Kabupaten Gowa- terus berlanjut. Aksi pengerahan massa silih berganti dengan teror yang terus terjadi. Bentrokan kemarin, merupakan rangkaian kekecewaan sejumlah pihak atas hasil Pilkada Gowa yang dinilai terjadi banyak pelanggaran.

Unjuk Rasa Dilarang

Terkait dengan kondisi di Kabupaten Gowa yang semakin tidak kondusif, Totok menegaskan akan memberlakukan larangan terhadap aksi unjuk rasa. Larangan tersebut mulai diberlakukan hari ini. “Besok (hari ini) kami sudah tidak mengizinkan lagi, demi menjaga kondusifnya kabupaten Gowa.Kalau masih ngotot,terpaksa akan berhadapan dengan polisi,”jelas Totok saat menggelar pertemuan dengan Sekda Gowa M Yusuf Sommeng dan sejumlah pimpinan SKPD Pemkab Gowa di ruang kerja Kapolres Gowa kemarin.

Menurut Totok pemberlakukan larangan unjuk rasa itu sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Hal ini pun kata dia,sudah dilakukan koordinasi dengan Polda Sulselbar. “Kita sudah koordinasikan ke Polda. Mereka kami larang sampai unjuk rasa di Gowa dilakukan secara santun,”ungkap Totok. Totok juga menambahkan untuk pengamanan di Gowa, pihaknya mendapat tambahan dari satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulselbar. Bantuan pengamanan tersebut berupa dua unit satuan patroli motor (patmor). Selain itu, juga memberlakukan pengamanan di wilayah perbatasan Gowa-Makassar dengan berkoordinasi dengan aparat Polsek Tamalate.

Terkait dengan aksi penyerangan Kantor Bupati Gowa,Totok mengaku akan memanggil koordinator Aliansi Rakyat Gowa, warga yang teridentifikasi merusak baliho dan membawa senjata tajam saat unjuk rasa berlangsung. Totok mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku tersebut. Koordinator Aliansi Rakyat Gowa sendiri diketahui bernama Ahmad Mappagau Karaeng Moncong. “Kita akan memanggil sesuai dengan koridor hukum,”katanya. Untuk membangun situasi kondusif, dalam dekat ini, Kapolres Gowa juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah eleman masyarakat.Termasuk unsur empat tim pemenangan pasangan calon yang bertarung di Pilkada Gowa, 23 Juni lalu.

Menurutnya, pertemuan dilakukan sebagai bentuk deklarasi dalam upaya mendamaikan empat kubu yang bertarung dalam pilkada lalu. “Ini merupakan bentuk rekonsiliasi yang kita lakukan dalam waktu dekat. Kita juga akan undang pimpinan media. Supaya media tahu keempat pasangan calon ini tidak ada masalah,”jelas Totok. Dihubungi terpisah, juru bicara tim Andi Maddussila, Haris Nursalam mengatakan, Aliansi Rakyat Gowa tidak boleh diidentikkan dengan Tim Pemenangan Andi Maddussila. Menurutnya, Aliansi Masyarakat Gowa adalah akumulasi dari masyarakat Gowa. “Hampir semua tim pemenangan ada dalam aliansi itu.Jadi jangan diidentikkan dengan Tim Maddussila yah,”jelas Haris, tadi malam.

Dia menambahkan, kalaupun ada orang dari Tim Maddussila yang terlibat dari pihak penyerang itu hanya personal, bukan atas nama tim. Haris mengaku tidak mencampuri tuntutan Aliansi Rakyat Gowa untuk menganulir pelantikan Bupati Gowa. “Kita sepenuhnya menyerahkan pada proses hukum,”kata Haris.

Usut Tuntas

Sementara itu, Yusuf Sommeng meminta aparat Polres Gowa untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Dua pelaku yang diamankan juga diminta untuk tidak dilepas kembali. Selain itu,Yusuf juga meminta pengamanan terhadap sejumlah PNS di Gowa.Menurutnya,sejumlah PNS saat ini merasa tidak aman terhadap situasi tersebut.

“Kita minta kepada Polres untuk juga memberikan jaminan keamanan terhadap pegawai di Gowa. Karena sekarang banyak ancaman yang beredar dikalangan pegawai,”jelas Yusuf. Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, melalui kepala bagian Humas Pemkab Gowa,Arifuddin Saeni, mengatakan, pengunjuk rasa telah menyerang simbol negara dan merusak kewibawaan pemerintah. Oleh karena itu, dia menilai penyerangan ini adalah bentuk ujian kepolisian dalam membuktikan profesionalisme kerja mereka. Saat insiden, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo sedang berada di luar daerah.

Teror Berlanjut

Teror masih saja berlanjut di kabupaten Gowa. Dini hari kemarin, mobil Dinas Pemkab Gowa dirusak. Mobil dinas dengan nomor polisi DD 73 B berwarna hijau diduga dilempar oleh oknum tak dikenal. Mobil tersebut terparkir di parkiran sayap kiri kantor Pemkab Gowa atau berada di sebelah mobil bus yang terbakar, sesaat sebelum pelantikan Bupati Gowa, Agustus lalu.

Kategori:Blogging
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: