Beranda > News > Penambahan Produk Michelin

Penambahan Produk Michelin

Sebagai kaliamat pembuka, Standardisasi akan memberikan dukungan dulu kepada blog yang baru tertimpa musibah oleh amukan google, blog tersebut berjudul Gerbang Type Approval, okey di lanjut….

Michelin, produsen ban kelas dunia menambah kontrak pengadaan ban (off take) produk PT Gajah Tunggal Tbk sampai akhir tahun ini hingga 50 persen.

Penambahan Produk Michelin

Penambahan Produk Michelin

“Mereka akan menambah off take sampai akhir tahun ini sampai tiga juta unit,” kata Presiden Direktur Gajah Tunggal Christoper dalam keterangannya di Jakarta, Senin 27 September 2010. Michellin sendiri saat ini memiliki 10 persen saham perseroan.

Peningkatan volume tersebut, diakui perseroan terkait membaiknya pasar domestik untuk Uni Eropa (UE). Peningkatan pasar domestik untuk replacement dan nilai harga pada pasar ekspor menjadi faktor pendorong peningkatan penjualan.

Sepanjang semester pertama tahun 2010, perseroan menaikkan penjualan bersih hingga 27,3 persen menjadi Rp 4,8 miliar dari Rp 3,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan tercatat Rp 415 miliar atau naik 3 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 144 miliar.

Menilik kinerja tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$65 juta pada tahun ini. Adapun penggunaannya, sebesar US$25 juta telah digunakan untuk menambah mesin baru.”Untuk peningkatan kapasitas produksi,” ujar dia.

Christopher berharap, penambahan mesin tersebut akan meningkatkan produksi hingga 80 persen pada akhir tahun ini.

Sedangkan Direktur Gajah Tunggal Chaterine Widjaja menuturkan, perseroan saat ini memiliki pangsa pasar sebesar 22 persen. Meski begitu, diakui penjualan secara volume pada pasar ekspor perseroan turun menjadi 37 persen. “Karena krisis global, hal itu memicu penurunan penjualan,” ujar dia.

Kendati demikian, ia optimistis marjin pada semester kedua tahun ini akan meningkat. “Ini refleksi dari produk bermarjin tinggi dan keberhasilan perusahaan meneruskan peningkatan harga bahan baku,” kata Chaterine.

Tahun depan (2011), perseroan berencana menambah line produk baru berupa ban untuk bus dan truck. Namun, Christopher enggan menyebutkan dana yang akan digunakan. “Belum bisa didisclosed,” ujar dia.

Restrukturisasi Utang
Sementara itu, perseroan juga telah merestrukturisasi utang hingga tahun 2014 atas obligasi senilai Rp400 juta dengan nilai kupon 10,25 persen. “Seharusnya jatuh tempo tahun ini, tetapi kita tidak sanggup,” kata Christopher.

Pemegang obligasi, dia menambahkan, juga sepakat memperpanjang kupon obligasi. Adapun perinciannya berupa lima persen untuk tahun pertama. Lalu enam persen pada tahun kedua, delapan persen pada tahun ketiga. “Baru pada tahun terakhir kupon akan kembali ke kupon yang semula, 10,25 persen,” ujar Christopher.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: