Beranda > News > Endri Nur Amin

Endri Nur Amin

Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Endri Nur Amin, warga Dusun Patok, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, diketahui tewas di rumah kontrakannya, di Kondang Rawang, Malaysia.

Suwarno, ayah Endri, Sabtu (4/12/2010), mengaku menerima kabar kematian putrinya itu justru dari tetangganya yang juga bekerja di Malaysia bernama Rifai.

Dia memberi kabar jika putrinya yang bernama Endri meninggal dunia pada 24 November 2010 dan sudah dikuburkan tanggal 1 Desember 2010 di Malaysia.

“Keluarga tahunya kabar itu dari tetangga yang kerja di sana, mengabarkan lewat telepon jika anak saya meninggal di rumah kontrakannya,” kata Suwarno di rumahnya, Dusun Ngade, Desa Sidorejo, Ponggok.

Dia menyebut, jenazah anaknya sempat dibongkar kembali. Keluarga mengaku aneh dengan kematian Endri, karena jenazahnya mati mengenaskan. Bahkan, sebelumnya Endri tidak mengeluhkan sakit. Tubuhnya pun juga terdapat beberapa luka yang aneh.

Jenazah Endri sendiri, usai dibongkar dibawa ke RSU Sungai Buluh, Selangor, Malaysia untuk dilakukan visum et repertum. Namun, sampai kini surat-surat kematian dan visum korban belum diterima keluarga.

Suwarno sendiri mengaku kaget dengan kejadian itu. Selama bekerja di Malaysia, dia justru tinggal dengan suaminya, Budiono, di satu lokasi. Bahkan, mereka juga terlihat rukun. Saat menghubungi keluarga di Indonesia pun, anaknya tidak pernah memberi kabar jika ada masalah.

“Ia kerja dengan suaminya di Malaysia. Selama ini, kalau menghubungi keluarga, mereka terlihat rukun, tidak ada masalah,” katanya mengungkapkan.

Suwarno mengatakan, Budiono memang suami kedua dari anaknya. Namun, keduanya rukun, bahkan saat ini sudah mempunyai anak yang diasuhnya, yaitu Rifa’i (6).

Dia memang sengaja dititipkan di rumah, karena mereka berdua memang pergi mencari kerja ke luar negeri semua.

Suwarno juga mengaku, tidak mengetahui penyebab pasti anaknya meninggal dunia. Namun, dari keterangan tetangga yang memberi tahu, dia ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar kontrakan.

Namun, dia menduga anaknya sengaja dibunuh oleh Budiono, yang tak lain adalah menantunya sendiri. Dia sendiri hingga kini belum bertemu dengan Budiono, dan belum mengetahui motif sebenarnya.

Endri diketahui berangkat mengadu nasib ke Malaysia sudah delapan tahun sejak 2002. Dia berangkat tanpa melalui PJTKI (perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia). Dia berangkat ke Malaysia melalui Batam (kepulauan Riau). Hingga kini, jenazahnya masih di Malaysia.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Blitar Wiyakto mengatakan, pemerintah akan berupaya membantu memulangkan jenazah Endri yang saat ini masih di Malaysia. Namun, untuk masalah santunan, pihaknya belum bisa berbuat banyak.

“Kami akan tetap berupaya membantu memulangkan jenazahnya, namun untuk masalah santunan, kami belum bisa berbuat banyak,” kata Wiyakto. Demikian catatan online Recehan internet tentang Endri Nur Amin.

Kategori:News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: