Beranda > News > kenduri dan Merti bumi

kenduri dan Merti bumi

Puluhan orang mengikuti kenduri dan Merti bumi malam 1 Sura di kawasan Kaliuran, Senin (6/12/2010) malam. Acara dimulai pukul 20.00, yakni kenduri bersama oleh 30-an warga di rumah Kepala Desa Hargobinangun Pakem, Bejo Wiryanto, menikmati makanan tradisional seperti ketela dan kacang tanah rebus.

Kemudian sebagian dari mereka, di Patung Udang Kaliurang, lantas bergabung dengan puluhan orang dari Sanggar Pangeshi Jawi (sanggar budaya di Kaliurang). Sesajian diletakkan di depan Patung Udang, lantas membanting kendi berisi beras kuning. Kemudian mereka melakukan kirab mengitari Kaliurang, tetapi tanpa bersuara (laku bisu). Sekitar 3 km mereka berjalan.

Acara dilanjutkan dengan pentas seni di panggung depan Patung Udang. Menurut Bejo, acara ini sudah diselenggarakan tujuh kali. Ritual ini sebagai wujud syukur warga Kaliurang yang dalam erupsi Merapi ini tetap diberi berkah selamat dan kini, setelah penurunan status Merapi, mereka bisa pulang ke rumah lagi.

Hanya saja, untuk finis, sekarang di Patung Udang, yang sebelumnya di Tlogoputri Kaliurang, papar Bejo. Tlogoputri tak dijadikan lokasi finis karena jembatan masuk ke area itu ambrol. Demikian catatan online Mesin Glundung tentang kenduri dan Merti bumi.

Kategori:News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: