Beranda > News > Sebanyak 22 kontraktor

Sebanyak 22 kontraktor

Sebanyak 22 kontraktor pembangunan jalan di Sulsel masuk dalam daftar bermasalah. Berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),proyek yang dikerjakan tidak sesuai volume yang tertuang dalam kontrak kerja.

Selain itu, 22 perusahaan bermasalah ini dalam pengerjaan proyek tidak menggunakan material yang direkomendasikan dan terlambat menyelesaikan pekerjaan. Akibatnya,seluruh kontraktor harus mengembalikan dana penalti sebesar Rp2,9 miliar ke kas negara dalam hal ini Dinas Bina Marga Sulsel. Ketua DPRD Sulsel M Roem mengungkapkan, adanya perusahaan bermasalah terungkap setelah BPK mengaudit proyek pengerjaan jalan yang dilakukan kontraktor sejak 2008 dan 2009.

Dalam laporan tertanggal 16 November, dari temuan Rp2,9 miliar yang disampaikan BPK ke Dinas Bina Marga Sulsel, baru tercatat Rp841 juta yang dikembalikan. Dengan demikian, masih anggaran Rp2,101 miliar yang belum dikembalikan dengan yang deadline pengembalian akhir 2010 ini. “Ini menjadi kewajiban Kadis Bina Marga untuk mengembalikan uang tersebut karena uang ini merupakan uang denda atau penalti kepada kontraktor yang dinilai tidak melaksanakan proyek jalan sesuai yang diamanahkan dalam kontrak kerja sama,” ujarnya kepada SINDO di ruang kerjanya kemarin.

Mantan Bupati Sinjai ini mengatakan, penalti itu diberikan dengan berbagai temuan, seperti proyek tidak selesai tepat waktu, kontraktor ditemukan mengerjakan jalan tidak sesuai volume pekerjaan, adanya temuan material yang tidak sesuai kontrak kerja. Besaran tagihan setiap perusahaan bervariasi,mulai Rp271 juta hingga Rp60 juta. Politikus Partai Golkar Sulsel ini mengaku, jika mengacu dari LHP BPK, ada 43 perusahaan yang disebut masuk dalam daftar, tapi sejak diberikan pemberitahuan,ada yang melunasinya.

Bahkan, hingga saat ini baru ada perusahaan yang telah melunasinya, yakni PT Mare Raya Multi Pratama Jaya, sebesar Rp60 juta. Perusahaan ini yang mengerjakan proyek Sungguminasa-Malino. Perusahaan yang masuk dalam daftar LHP BPK yang belum kembalikan uang,di antaranya PT Harfiah Grafika Perkasa mengerjakan proyek poros jalan Sungguminasa- Malino I dan Maccindo, dengan total penalti Rp206 juta dan pengembalian baru Rp100 juta.

“Bina Marga harus memperketat pengawasannya terhadap sejumlah pelaksanaan proyek supaya kejadian serupa tidak terjadi. Apalagi,di sana kanada konsultan pengawasannya, ”tandas dia. Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Abd Latief saat hendak dikonfirmasi perihal temuan BPK itu, enggan menganggap telepon.

Padahal, sebelumnya dia menjanjikan mengklarifikasi hal tersebut. Komisaris PT Harfiah Grafika Perkasa Sahar Sewang menyatakan, niat baik telah ditunjukkan pihaknya dengan membayar denda, meski itu melalui sistem cicil. Sahar Sewang berjanji, akan melunasi pada awal Januari 2011 yang dipotong melalui pembayaran proyek yang dikerjakan 2010 ini. “Insya Allah kami akan lunasi pada awal tahun melalui pemotongan nilai proyek jalan yang sementara ini ditangani di lokasi poros Malino-Sungguminasa juga,” tandasnya. Demikian catatan online Blog Info tentang Sebanyak 22 kontraktor.

Iklan
Kategori:News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: