Beranda > News > Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrim

Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrim

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrim melanda Ibukota Jakarta hingga April 2011. Kondisi ini tentunya membuat cemas warga Jakarta akan datangnya bencana banjir. Ditambah lagi belum juga dikeruknya 13 sungai utama dan tidak kokohnya tanggul penahanan rob di kawasan Jakarta Utara.

Kepala Sub Bidang Khusus Peringatan Dini Cuaca Ekstrim BMKG, Kukuh Ribudiyanto, mengatakan kondisi ini terjadi lantaran siklon tropis yang berpengaruh uap yang tersedot ke daerah Jawa, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya.

Siklon tropis atau hurikan, angin puyuh, badai tropis, taifun, atau angin ribut tergantung pada daerah dan kekuatannya merupakan sebuah jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis.

Sementara itu, angin sejenisnya bisa bersifat destruktif tinggi. Siklon tropis adalah bagian penting dari sistem sirkulasi atmosfer, yang memindahkan panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi.

“Uap air itu bergeser ke selatan yang berpengaruh hujan di daerah Pulau Jawa. Akibatnya terjadi hujan lokal dan menimbulkan kondisi ekstrim,” kata dia di Jakarta, Minggu 23 Januari 2011.

Kondisi ini tentunya membuat warga Jakarta harus tetap waspada bencana, terutama mereka yang tempat tinggalnya dilintasi 13 sungai utama. Sungai-sungai itu adalah Kali Mookervart, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Baru Barat, Ciliwung, Baru Timur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Cakung.

Kecemasan pun sudah mulai dirasakan warga Jakarta Utara, setelah jebolnya tanggul Muarabaru, Penjaringan, Jakarta Utara sepanjang hampir 400 meter, Rabu 19 Januari 2011. Jebolnya tanggul tersebut disebabkan kencangnya terjangan ombak akibat adanya perubahan cuaca ekstrim.

Akibat peristiwa tersebut, rumah-rumah warga di sekitar tanggul Muarabaru dibanjiri air laut. Tidak hanya itu, warga Muarabaru yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan terancam tidak dapat melaut akibat tingginya gelombang air laut.

Seperti diketahui, proyek pembangunan tanggul Muarabaru, Penjaringan, Jakarta Utara merupakan salah satu program penanggulangan rob yang diilakukan Pemprov DKI. Sedikitnya dana sebesar Rp27 miliar dialokasikan untuk pembangunan tanggul tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) 2010.

Dana puluhan miliar tersebut digunakan untuk pembangunan lima tanggul. Yakni tanggul Marunda sepanjang 300 meter, Cilincing (634 meter), Martadinata (180 meter), Pasar Ikan (348 meter), dan Pulau Harapan sepanjang 250 meter. Demikian catatan online Recehan internet tentang Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrim.

Kategori:News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: