Beranda > News > Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) hari ini menghadap Badan Kehormatan (BK) DPR untuk mengadukan tiga anggota Komisi III DPR RI. YLBHI menilai ketiga legislator tersebut melanggar kode etik terkait insiden ‘pengusiran’ dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah di rapat komisi.

Ketiga anggota Dewan tersebut adalah Nasir Jamil dari Fraksi PKS, Gayus Lumbuun dari Fraksi PDIP, dan Nudirman Munir dari Fraksi Golkar.

“Sebagai anggota DPR, seharusnya mereka mendahulukan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi. Seharusnya mereka menjaga etika dan norma ketika menjalin hubungan dengan lembaga lain,” kata Ketua YLBHI Erna Ratnaningsih di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 7 Februari 2011.

Menurut Erna, YLBHI menilai tindakan ketiga politisi itu telah melanggar Kode Etik Anggota DPR. Nasir, Gayus, dan Nudirman adalah yang pertama kali mempertanyakan status hukum Bibit-Chandra dalam rapat Komisi III dan KPK.

“Mestinya anggota Komisi Hukum mempertanyakan keputusan pengesampingan perkara (deponir) langsung ke Jaksa Agung, bukan malah mempersoalkannya kepada Bibit dan Chandra,” kata Erna.

“Tindakan mereka mencederai wibawa DPR. KPK juga dilemahkan karena anggota DPR menyatakan Bibit dan Chandra masih tersangka,” ujar Erna lagi. Padahal, menurutnya, pendeponiran juga berarti menghapus status tersangka yang sebelumnya melekat pada Bibit dan Chandra.

YLBHI berharap BK menindaklanjuti aduan mereka dengan memeriksa tiga politisi tersebut. “Termasuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan jika terbukti melanggar,” kata Erna.

Menanggapi pengaduan ini, Nasir menilai YLBHI salah alamat. “Seharusnya yang dilaporkan itu bukan anggota, tapi komisi,” kata dia. Sebab, keputusan untuk menolak kehadiran Bibit dan Chandra dalam rapat komisi adalah keputusan yang diambil Komisi III melalui rapat pleno.

“Kalau ada anggota yang interupsi, itu hak kami dan diatur dalam Tata Tertib DPR. Jadi, tidak ada yang salah,” kata Nasir, sembari menyarankan supaya YLBHI mengurusi soal-soal terkait bantuan hukum saja. “Nanti kami bisa laporkan balik ke Dewan Kehormatan YLBHI,” katanya, mengancam. Demikian catatan online Standardisasi tentang Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Kategori:News Tag:
  1. Ariza Ong
    Februari 16, 2011 pukul 6:46 am

    Oknum-oknum jenderal Drakula, kapan dibuang? Behhh, haiyaaaa….. dagang nyawa anak rakyat (kasus kekerasan terhadap warga Ahmadiyah, anak-anak tak berdosa pesantren Pasuruhan, Jatim, dll) untuk mendapat anggaran lalu dikorupsi sama-sama. Oalaaaah, anak kecil masih TK juga tahu, itu kan cara jenderal-jenderal nakal di kepolisian mendapatkan daya-tawar agar disediakan anggaran keamanan atas nama macam-macam. DPR harus tahu itu, SBY juga harus tahu itu, sebab sponsor anggaran anti terorisme dari Amerika sudah berkurang, sebab Amerika sendiri susah ekonomi. Oknum-oknum jenderal Drakula, kapan dibuang? SBY dan DPR harus mau cerita itu semua kepada Obama dan CIA. kalau tidak, rakyat dan LSm-LSMa sing itu yang akan bercerita dan membuang Anda sekalian. Anda tidak boleh mengabulkan anggaran yang akhirnya akan hilang masuk kantong, dikolupsiiii. Behhh, buang saja oknum-oknum jenderal curang nakal dan korup itu, haiyaaaaa… Behhh, begitulah manusia pejabat di negerimu. Haiyaaaa….bangsat. kalau tidak, Sby saja yang harus mau tak mau dibuang, haiyaaa…..Atau jangan-jangan betul, permainan SBy sendiri, state terrorism, terorisme oleh negara/rejim, haiyaaa…… Untuk membuktikan mana yang benar, Sby harus membuktikan lebih dulu, berani enggak membuang sapu-sapu kotor, oknum-oknum jenderal drakula itu, haiyaaa….. Haiyaaa, meski Timur Pradopo kapolri baru tapi kalau enggak jelas perlu dicopot juga, haiyaaa…..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: